
KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak.
JawaPos.com - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak memastikan tidak ada kesalahan manusia dalam kasus kebakaran di Gudang Amunisi Artileri Medan (Armed). Kebakaran terjadi begitu saja akibat kondisi amunisi yang sudah kadaluarsa.
"Enggak (human error)," kata Maruli kepada wartawan, Senin (1/4).
Dia menyampaikan, amunisi yang sudah kedaluarsa memang memiliki kerentanan lebih tinggi. Sehingga perlu dipisahkan dan disimpan dalam tempat yang aman untuk menghindari munculnya ancaman bagi prajurit.
"Iya itu tadi saya bilang berbagai macam amunisi dia penyalanya beda-beda, panas listrik ada yang tergesek, ada yang bercampur ini mungkin (penyebab ledakan), kita evaluasi nanti," jelasnya.
Meski begitu, investigasi lebih lanjut akan dilakukan oleh TNI. Evaluasi mengenai penyimpanan amunisi kedaluarsa juga akan dilakukan.
Sebelumnya, Gudang Amunisi Artileri Medan (Armed) di Ciangsana, Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat mengalami kebakaran. Api dikabarkan mulai muncul pada pukul 18.35 WIB, Sabtu (30/3).
Danton Pleton B Damkar Kota Bekasi, Haryanto membenarkan adanya peristiwa tersebut. Namun, kondisi api masih liar sehingga belum bisa dimitigasi.
"Kita sudah luncurkan juga dari kota kita baru mendorong 3 di sana," kata Haryanto saat dikonfirmasi, Sabtu (30/3).
Sementara, Pangdam Jaya Jayakarta Mayjen TNI Mohamad Hasan menduga jika penyebab kebakaran di Gudang Amunisi Artileri Medan (Armed) berasal dari amunisi yang sudah kedaluarsa. Kandungan bahan kimia di dalam amunisi ini diduga menjadi pemicu hingga terjadi ledakan.
"Pemicu dari ledakan karena amunisi yang sudah kedaluarsa dan akan dikembalikan. Sebenarnya kami sudah mengusulkan untuk penghapusan dari awal tahun kemarin, tapi karena butuh proses. Ini kemungkinan karena bahan peledak adalah bahan kimia yang sangat labil," kata Hasan.
Di gudang tersebut juga terdapat sistem kelistrikan yang bisa terbakar. Namun, melihat kondisi terkini, sumber awal kebakaran berasal dari ledakan amunisi.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
