
Aktivis Indonesia Corruption Watch (ICW) Emerson Yuntho.
JawaPos.com - Pegiat anti korupsi Emerson Yuntho membeberkan masih adanya pungutan liar yang diambil pihak sekolah negeri di Bekasi, Jawa Barat. Ia merilis 17 SMAN maupun SMKN yang diduga melakukan pungli kepada siswanya.
"(Laporan itu) Diolah dari laporan masyarakat, khususnya netizen," kata eks anggota Indonesia Corruption Watch (ICW) itu saat dikonfirmasi JawaPos.com, Jumat (9/12).
Dalam temuannya tersebut, Emerson menyebut bahwa sekolah yang diduga melakukan pungli di Bekasi adalah SMAN 1, SMAN 2, SMAN 3, SMAN 4, SMAN 5, SMAN 6, SMAN 9, SMAN 10, SMAN 12, SMAN 14, SMAN 17, SMAN 18. Selain itu, di SMKN, dugaan pungli ada di SMKN 1, SMKN 3, SMKN 6, SMKN 8, dan SMKN 15.
Beberapa data yang dikumpulkan tersebut, kata Emerson, bahkan didapat dari laporan warga di kolom komentar media sosial Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.
"Jadi saya kumpulkan keluhan warga, beberapa saya DM, saya konfirmasi," jelasnya.
Ia mengatakan, sejauh ini sudah ada tindak lanjut dari pihak Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah 3. Namun begitu, Emerson enggan memberitahu langkah yang sudah ditempuh pihak KCD Wilayah 3.
Terlepas dari hal itu, Emerson menegaskan bahwa pungli di lingkungan pendidikan masih terjadi dan ada. Oleh karena itu, ia meminta agar Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil untuk lebih tegas menindak pelaku pungli tersebut.
"Untuk kepala sekolah harusnya dicopot dari jabatannya, lalu Sumbangan Awal Tahun dan SPP dibatalkan," tandasnya.
Respons Dinas Pendidikan Jabar
Menanggapi hal itu, Koordinator Humas Dinas Pendidikan Jawa Barat Jujun mengatakan bahwa sejauh ini pihaknya belum menerima laporan dugaan pungli yang dikumpulkan Emerson tersebut.
Namun begitu, ia mengakui bahwa laporan terkait dengan pungli, terugama di wilayah Bekasi cukup banyak dilaporkan melalui kanal-kanal yang disediakan pihaknya.
"Kalau pengaduan langsung atau melalui aplikasi lapor SP4AN dan Zimbra mail, memang banyak sekali dari wilayah 3 Bekasi khususnya, dan itu selalu direspons sesuai aturan yang ada," kata Jujun saat dikonfirmasi JawaPos.com.
Saat ditanya apakah dalam laporan yang masuk ke kanal tersebut adalah termasuk juga yang dihimpun oleh Emerson, Jujun tak menampik dugaan tersebut.
"Mungkin iya, tapi itu harus dilihat satu per satu dari bulan-bulan sebelumnya. Tapi biasanya semua pengaduan itu diselesaikan, dikonfirmasi, dan diklarifikasi di KCD setempat, dalam hal ini KCD 3 Bekasi," tegasnya.

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
