Ilustrasi bullying. (Istimewa)
JawaPos.com - Di era yang terus berkembang, pendidikan anak tidak hanya sekadar pelajaran akademis saja, tetapi juga meliputi pembentukan karakter dan perilaku sosial. Salah satu tantangan yang menjadi perhatian utama bagi orang tua adalah mencegah anak dari perilaku bullying.
Bullying tidak hanya merugikan korban, tetapi juga akan menimbulkan dampak jangka panjang yang serius pada kesejahteraan mental dan emosional sang anak. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk memahami peran mereka dalam membentuk anak-anak mereka menjadi individu yang memiliki empati, pengertian, dan menghormati keberagaman.
Dilansir dari Nemours KidsHealth pada Senin (19/2), berikut merupakan cara dan strategi yang dapat digunakan oleh para orang tua untuk mendidik anak mereka agar tidak terlibat dalam perilaku bullying.
1. Dimulai dari rumah
Perhatikan perilaku Anda sebagai orang tua. Anak-anak cenderung meniru apa yang mereka lihat. Sebagai contoh, berbicara dengan kasar atau bertindak agresif dapat memengaruhi perilaku mereka di tempat lain.
Tunjukkan contoh yang positif dan bicaralah dengan terbuka saat ada konflik di dalam rumah. Fokuskan bahwa yang ingin Anda ubah adalah perilaku buruk anak Anda dan bahwa Anda yakin bahwa mereka bisa berbuat lebih baik.
2. Berikan edukasi bahwa bullying merupakan tindakan yang tidak baik
Beritahukan anak Anda bahwa penindasan atau bullying merupakan tindakan yang tidak baik dan dapat membawa konsekuensi serius di rumah, sekolah, dan di masyarakat jika terus berlanjut.
Cobalah untuk memahami alasan di balik perilaku anak Anda. Dalam beberapa kasus, anak-anak melakukan penindasan karena mereka kesulitan mengelola emosi seperti kemarahan, kekecewaan, atau rasa tidak aman. Dalam kasus lain, anak-anak belum belajar untuk menyelesaikan konflik dan memahami perbedaan.
3. Ambil tindakan serius terhadap bullying
Pastikan anak-anak tahu bahwa Anda tidak akan mentoleransi perundungan atau bullying di rumah ataupun di tempat lain. Tetapkan aturan tentang bullying dan patuhi aturan tersebut. Jika Anda memberi hukuman kepada anak Anda dengan mencabut hak istimewa, pastikan hal itu dapat memberikan efek jera.
Sebagai contoh, jika anak Anda membully anak-anak lain melalui email, pesan teks, atau situs jaringan sosial, Anda dapat melarang anak Anda untuk menggunakan telepon atau komputer untuk jangka waktu tertentu. Jika anak Anda bertindak agresif di rumah, terhadap saudara atau orang lain, hentikan perilakunya. Ajarkan cara bereaksi yang lebih tepat (tanpa kekerasan).
Baca Juga: Korban Bullying di Binus School Serpong yang Diduga Libatkan Anak Vincent Rompies Alami Luka Memar dan Bakar di Sebagian Tubuhnya
4. Ajari anak-anak untuk memperlakukan orang lain dengan kebaikan dan rasa hormat
Ajarkan kepada anak Anda bahwa mencemooh terkait adanya perbedaan seperti ras, agama, penampilan, kebutuhan khusus, gender, status ekonomi merupakan hal yang salah. Cobalah untuk menanamkan rasa empati pada anak Anda terhadap orang-oramg di sekitarnya yang memiliki perbedaan.
5. Dorong perilaku baik
Orang tua dapat memberikan pujian atas perilaku positif yang dilakukan oleh anak Anda. Hal ini lebih efektif daripada menghukum sang anak. Perhatikan saat anak Anda berperilaku baik. Berikan pengakuan dan pujian ketika mereka menangani situasi dengan cara yang positif.
6. Aktif berkomunikasi dengan pihak sekolah
Jika perundungan terjadi di sekolah, bekerjasamalah dengan administrator dan guru untuk menyusun rencana teekait tindakan yang akan dilakukan. Jika anak Anda tahu bahwa Anda mengetahui perilaku mereka di sekolah, hal ini dapat membantu meningkatkan pertanggungjawaban mereka atas perilaku bullying.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
Pertemuan dengan Suporter, Fariz Julinar Tegaskan PSIS Semarang Siap Bangkit Musim Depan
4 Tempat Makan Siomay Paling Enak di Bandung, Jangan Skip karena Variannya Berlimpah dengan Siraman Bumbu Kacang yang Lezat
