
Pelaku pembunuhan satu keluarga berjumlah 5 orang di PPU. Baru berusia 16 tahun dan berstatus pelajar kelas 3 SMK.
JawaPos.com – Kerabat korban pembunuhan satu keluarga di Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, meminta agar J, tersangka, dihukum mati. Selain perbuatannya sangat sadis, keluarga meyakini pembunuhan itu direncanakan.
”Kami menuntut hukuman seadil-adilnya. Kalau bisa ya nyawa dibalas nyawa,” kata Putut, salah seorang anggota keluarga korban, saat dihubungi Kaltim Post.
J, siswa SMK kelas XII di PPU, membunuh suami istri WL, 34; dan SW, 34; serta ketiga anak mereka: RJ, 15; VD, 12; dan ZA, 2,5, pada Selasa (6/2) dini hari di kediaman korban di Dusun Lima, RT 018, Desa Babulu Laut, Kecamatan Babulu, PPU.
J yang masih berstatus anak karena baru berusia 18 tahun pada 27 Februari nanti melakukan aksinya menggunakan parang. Dugaan awal polisi, motif pembunuhan adalah dendam akibat percekcokan pelaku dengan WL soal ayam. Juga, dipicu helm yang dipinjam dan belum dikembalikan. Tapi, ada pula yang menyebut motifnya asmara karena cinta J ditolak RJ.
Putut meyakini J yang masih terhitung tetangga para korban itu telah merencanakan pembunuhan tersebut dengan matang. ”J telah merebut kebahagiaan kami. Kami tidak akan pernah bisa memaafkan dia,” ujarnya.
Putut mengatakan, informasi yang beredar bahwa J mabuk dan ada informasi yang bersangkutan mau mencuri di rumah WL dianggapnya semakin menutupi modus pembunuhan berencana. Dia juga tidak memercayai saat parang yang diduga digunakan J disebut tampak tumpul. Sebab, luka pada korban, kata dia, terkesan sangat tajam dengan luka bacok yang rapi.
Sementara itu, Ahan Akbar, kepala SMK di PPU yang disebut-sebut sebagai tempat sekolah J, membenarkan bahwa anak tersebut pernah belajar di sekolah yang dipimpinnya. ”Kalau anaknya selama di sekolah ya penurut, biasa-biasa saja, tidak punya masalah-masalah yang berat,” jelasnya.
Hanya, dia menduga ada kemungkinan J punya masalah keluarga dan lingkungan. ”Kalau selama di sekolah, ya tidak ada tanda-tanda yang mencurigakan dan sebagainya. Ya, seperti anak yang lain. Itu saja,” ujarnya. (ari/far/c7/ttg)

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
