
General Manager (GM) Musim Mas Group Pierre Togar Sitanggang (kiri) dan kuasa hukumnya Denny Kailimang (tengah) dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta, Kamis (22/9/2022). ANTARA/HO-Dokumentasi Pribadi.
JawaPos.com-Direktur Ekspor Produk Pertanian dan Kehutanan Kementerian Perdagangan RI Farid Amir menyebutkan General Manager (GM) Musim Mas Group Pierre Togar Sitanggang tidak pernah meminta bantuannya terkait pengajuan izin ekspor minyak goreng (migor).
"Tidak (tidak pernah meminta tolong untuk permohonan perizinan ekspor)," kata Farid selaku saksi saat menjawab pertanyaan hakim dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta, Kamis (22/9).
Dia menyebutkan, bahwa distribusi minyak goreng yang tidak terlaksana dengan baik merupakan tanggung jawab distributor, bukan eksportir. ’’Distribusi minyak goreng tidak terlaksana dengan baik. Distribusi ini merupakan tanggung jawab distributor, bukan eksportir,” kata Farid.
Ia memaparkan data mengenai ekspor minyak goreng Musim Mas, yakni sebesar 775.202 ton dan kewajiban domestic market obligation (DMO) sebesar 160.986 ton. Adapun DMO merupakan batas wajib pasok yang harus dipenuhi oleh produsen atau eksportir minyak sawit ataupun turunannya, yakni minyak goreng untuk memenuhi stok dalam negeri.
Sementara itu, Denny Kailimang kuasa hukum Togar mengatakan, realisasi DMO Musim Mas sebesar 150.000 ton. Jumlah itu, lanjutnya, berada di bawah kewajiban mereka untuk melaksanakan DMO.
Ia mengatakan bahwa permohonan 41 persetujuan ekspor minyak goreng dari Musim Mas Group telah sesuai dengan ketentuan yang ada, seperti memenuhi persyaratan sales kontrak, demand order (DO), purchase order (PO), dan dilengkapi dengan faktur pajak. "Jadi, itu sudah clear (jelas) dikatakan oleh saksi tadi tentang ekspor-ekspor yang dilakukan oleh Musim Mas," kata Denny usai persidangan.
Hal senada disampaikan kuasa hukum korporasi Musim Mas Refman Basri. Ia mengatakan persetujuan ekspor yang dikeluarkan Kementerian Perdagangan untuk kliennya tidak menyalahi aturan. Hal itu, kata dia, dibuktikan dengan tidak adanya peringatan kepada pihak perusahaan soal penerbitan persetujuan ekspor "Jadi, tidak ada sanksi yang diberikan kepada kita," ujar Refman.
Adapun terkait dengan kasus dugaan korupsi ekspor minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) dan turunannya seperti minyak goreng pada tahun 2021-2022, jaksa pada Kejaksaan Agung (Kejagung) telah mendakwa lima terdakwa.
Mereka adalah mantan Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan RI Indra Sari Wisnu Wardhana dan Komisaris PT Wilmar Nabati Indonesia Master Parulian Tumanggor.
Berikutnya, Senior Manager Corporate Affair PT Victorindo Alam Lestari Stanley MA, General Manager (GM) Bagian General Affair PT Musim Mas Pierre Togar Sitanggang, serta Penasihat Kebijakan/Analis pada Independent Research & Advisory Indonesia (IRAI) sekaligus anggota Tim Asistensi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia Weibinanto Halimdjati alias Lin Che Wei (LCW). (*)

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
