Kuasa Hukum David Ozora, Mellisa Anggraini saat ditemui di PN Jakarta Selatan, Kamis (10/8/2023).
JawaPos.com - Pengacara Mellisa Anggraini menceritakan ada seorang anak bernama Leon di Kota Sukabumi, Jawa Barat menjadi korban perundungan di sekolah sekitar satu tahun lamanya. Mirisnya, peristiwa kekerasan ini diduga diketahui oleh para guru.
"Sampai akhirnya 7 bulan lalu lengannya harus dioperasi karena patah didorong dan dihantam oleh teman sekolahnya," kata Mellisa melalui akun media sosial X seperti dilihat, Kamis (7/12).
Pengacara Cristalino David Ozora ini menceritakan, pasca Leon lenggannya patah, guru-guru tidak segera membawa ke rumah sakit. Para guru diduga merancang kronologis buatan agar hal yang menimpa Leon tidak dikrtahui sebagai aksi perundungan.
Orang tua siswa pelaku perundungan kepada Leon bahkan datang lebih dahulu ke sekolah dibanding orang tua Leon. Di ruang UKS, Leon menahan sakit akibat lengannya patah dan bengkak. Ironisnya, Leon sambil dipaksa mengikuti skenario yang telah dibuat, sehingga Leon tidak menceritakan peristiwa sesungguhnya kepada orang tuanya.
"Akhirnya orang tua Leon hanya tahu bahwa anaknya jatuh sendiri dan ini adalah kecelakaan biasa ketika bermain, menyedihkan. Terbayang baru 7 bulan setelah kejadian itu ayah Leon baru mengetahui kejadian yang sebenarnya bahwa Leon didorong dan ditindih temannya dan semua guru tahu hal tersebut," ungkap Mellisa.
Pasca tangannya sembuh, Leon masih bersekolah di tempat tersebut. Dia pun diduga masih kerap mendapat intimidasi. Leon yang takut tak berani bercerita kepada siapapun. Akhirnya Leon memendan semuanya sendiri dan menjadi pribadi pemurung dan pendiam.
Kekerasan kepada Leon baru terungkap setelah dipertemukan dengan psikolog. Leon mengakui seluruhnya bahwa telah mendapat perundungan fisik dan psikis selama 12 bulan. Pelakunya sendiri diduga anak orang kaya dan bepengaruh di Sukabumi.
"Apakah karena ini sekolah bungkam dan menutup-nutupi semua perundungan yang dialami Leon," kata Mellisa.
Menurut keterangan Leon, guru-guru dan orang tua pelaku juga kerap mengintimidasi dan tak segan melakukan kekerasan fisik terhadap Leon bila buka suara. Mellisa mengaku sudah bertemu langsung Leon. Leon bercerita dirinya begitu tertekan, bahkan ingin meminum onat tidur karena cemas berlebihan.
"Ayah Leon sudah melaporkan hal ini ke Polres Kota Sukabumi sejak 16 Oktober lalu, namun hingga saat ini proses hukum tidak kunjung naik ketahap penyidikan, hingga saat ini orangtua Leon terus berjuang mencari keadilan bagi anaknya," pungkas Mellisa.