Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 8 November 2023 | 04.40 WIB

11 Anak SD Menyayat Tangan Sendiri karena Tren di Tiktok, KPAI: Ini Sangat Membahayakan

Wakil Ketua KPAI, Jasra Putra. (ANTARA)

JawaPos.com - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) kembali menyoroti platform media sosial TikTok. Pasalnya di aplikasi bikinan Tiongkok itu ramai beredar tren self harm atau melukai diri sendiri. 

Wakil Ketua KPAI Jasra Putra melihat hal ini sangat membahayakan. Sebab, tren self-harm yang dipengaruhi unggahan di TikTok itu mengancam generasi digital Indonesia yang mayoritas generasi milenial. 

"KPAI  melihat fenomena self-harm ini sebagai sesuatu yang membahayakan pada anak. Namun, anak-anak bisa dengan mudahnya terpapar konten seperti itu di media sosial. Ini adalah fenomena berulang, pelakunya sangat jauh dari sanksi hukum," ujar Jasra, Selasa, (7/11).

Lebih lanjut, Jasra menyebut TikTok sudah mendaftar sebagai perusahaan penyelenggara sistem elektronik (PSE). Namun, perlu ada pengawasan terhadap hal-hal di luar yang sudah diatur pemerintah, khususnya terkait perlindungan anak dalam penggunaan TikTok.

"Yang memang sulit dikontrol adalah hal hal yang dianggap diluar yang diatur, tetapi menganggu tumbuh kembang anak. Seperti fenomena self-harm," kata Jasra.

Menurut dia, ada persoalan menyangkut kejiwaan terkait tren TikTok ini. Sehingga, pengelola dan pemerintah mesti melakukan pembatasan pada anak demi melindungi mereka.

"Saya kira belum ada perlindungan anak di platform digital yang dibahas, sampai tingkat teknis pada penindakan seperti ini. Atau bila sudah ada, tapi keberpihakannya masih sangat lemah," ujar Jasra.

Sebelas siswi sekolah dasar (SD) di Situbondo nekat menyayat tangannya sendiri menggunakan alat kesehatan jenis GDA stick yang dijual oleh seorang pedagang keliling di sekitar sekolah.

Belasan siswi yang menyayat tangannya sendiri itu ternyata mengikuti tren di TikTok. Kejadian ini terungkap saat guru di sekolah tersebut menemukan lengan salah seorang siswi yang dipenuhi luka goresan yang tidak wajar. Saat ditanya oleh guru, siswi tersebut mengaku hanya mengikuti tren TikTok barcode Korea.

Mendengar jawaban tersebut, guru yang mengecek lengan siswa itu kemudian melaporkan kepada kepala sekolah. Akibat kejadian tersebut, kepala sekolah kemudian langsung memberikan pembinaan terhadap siswa dan juga memanggil para orang tua siswi untuk mencegah terjadinya hal serupa.

“Saat mendapati siswi melukai tangannya sendiri, kami langsung memberikan pembinaan. Bahkan, kami memanggil para orang tua siswi tersebut, agar bersinergi dengan sekolah dalam menangani fenomena mengerikan ini," kata Kepala Sekolah salah satu SD di Kota Situbondo, 3 Oktober 2023.

Teranyar, tren TikTok menimbulkan korban di Banten pada 3 November 2023. Sebanyak 11 anak SD dilaporkan menyayat lengannya karena mengikuti tren di TikTok.

Editor: Dimas Ryandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore