
Pengacara keluarga Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak, menjawab pertanyaan wartawan di Gedung Bareskrim Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (26/8/2022). (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/foc)
JawaPos.com - Pengacara Kamaruddin Simanjuntak menyatakan dukungannya untuk membela Jessica Wongso terkait kasus kopi sianida yang menewaskan Mirna Salihin. Bahkan, dia siap menolong Jessica andai menyerahkan masalahnya kepada dirinya.
Kasus kopi sianida Jessica-Mirna kini menjadi perbincangan hangat di kalangan publik. Terlebih setelah Otto Hasibuan dan Prof Eddy Hiariej diundang ke beberapa podcast maupun program TV, dan masing-masing memiliki argumen yang berlawanan. Otto Hasibuan sebagai pengacara Jessica Wongso berkali-kali menyampaikan di berbagai kesempatan bahwa jasad Mirna Salihin tidak diotopsi.
Sebaliknya, Prof Eddy Hiariej, Guru Besar Hukum Pidana UGM, sekaligus saksi ahli kasus Jessica Wongso, menyatakan bahwa jasad Mirna diotopsi. Masing-masing memiliki perbedaan definisi terkait otopsi.
Menurut Otto, otopsi harus dilakukan secara menyeluruh, sehingga pengambilan sampel di tubuh Mirna tidak bisa disebut sebagai otopsi.
Prof Eddy sendiri berpendapat bahwa otopsi yang dilakukan di tubuh Mirna adalah otopsi parsial. Otopsi menyeluruh tidak perlu dilakukan lantaran NaCN sudah ditemukan dalam tubuh Mirna saat otopsi parsial.
Menanggapi perbedaan pendapat Otto Hasibuan dan Prof Eddy, Kamaruddin berpendapat bahwa otopsi itu sangat penting untuk mengetahui secara pasti penyebab kematian Mirna Salihin. Menurut Kamaruddin, perdebatan itu muncul karena jasad Mirna tidak dilakukan otopsi secara menyeluruh.
"Begini lho. Itu kan ahli. Keterangan ahli diajukan oleh jaksa tentu mengatakan (Mirna) meninggal karena racun. Keterangan ahli yang diajukan oleh Otto, menyatakan (Mirna) tidak meninggal karena racun," ucap Kamaruddin Simanjuntak, dikutip dari TikTok @mynamesony4, Selasa (17/10).
Dalam hal ini, Kamaruddin Simanjuntak menyiratkan bahwa otopsi seharusnya dilakukan secara menyeluruh.
"Nah, makanya untuk menjawab itu, harus diotopsi. Diperiksa otaknya. Apakah otaknya ada nggak? Atau sudah pindah ke tempat lain. Diperiksa hatinya, diperiksa jantungnya, diperiksa empedunya, semua diperiksa, diperiksa lambungnya, diperiksa urinnya gitu lho. Semua diperiksa, kalau diotopsi," pungkas Kamaruddin Simanjuntak.
"Otopsi yang dilakukan oleh aparat pemerintah atau otopsi oleh rumah sakit yang berwenang gitu lho," pungkas Kamaruddin Simanjuntak.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
Pertemuan dengan Suporter, Fariz Julinar Tegaskan PSIS Semarang Siap Bangkit Musim Depan
4 Tempat Makan Siomay Paling Enak di Bandung, Jangan Skip karena Variannya Berlimpah dengan Siraman Bumbu Kacang yang Lezat
