
Foto ucapan belasungkawa kepada mahasiswi Universitas Negeri Manado (Unima) Evia Maria Mangolo, 21. (Istimewa)
JawaPos.com - Kasus kematian mahasiswi Universitas Negeri Manado (Unima) Evia Maria Mangolo, 21, memasuki babak baru. Pihak keluarga memutuskan untuk membawa kasus ini ke ranah hukum dengan membuat laporan resmi ke Polda Sulawesi Utara (Sulut), Rabu (31/12).
Langkah ini diambil setelah keluarga menduga ada kejanggalan di balik tewasnya mahasiswi semester VII PGSD tersebut. Evia sebelumnya ditemukan dalam kondisi gantung diri di rumah kos di Kelurahan Matani Satu, Tomohon Tengah.
Keluarga Akhirnya Setuju Otopsi
Dikutip dari Manado Post (JawaPos Group), Kasat Reskrim Royke Mantiri mengonfirmasi bahwa pihak keluarga telah berubah pikiran terkait prosedur pemeriksaan jenazah. Jika sebelumnya menolak, kini keluarga meminta keadilan ditegakkan.
"Iya tadi kita berkomunikasi dengan pihak keluarga via telepon. Katanya mereka (pihak keluarga,red) saat ini sudah di Polda Sulut. Rencananya bikin laporan," ujar Kasat Royke saat dikonfirmasi.
Royke menjelaskan bahwa sejak awal polisi sudah menyarankan otopsi untuk mengungkap penyebab pasti kematian Evia. "Awalnya kan kita mau otopsi, tapi waktu itu belum disetujui. Nah, sekarang keluarga berubah pikiran," tambahnya.
Oknum Dosen Belum Beri Respon
Penyelidikan kasus yang menghebohkan warga "Nyiur Melambai" ini terus bergulir. Polisi bahkan sudah melakukan pemanggilan terhadap sejumlah saksi dan pihak terkait sejak Selasa (30/12).
Salah satu sosok yang dipanggil adalah seorang oknum dosen. Namun, hingga saat ini, yang bersangkutan belum menunjukkan kooperatifnya kepada penyidik.
"Termasuk dengan oknum dosen itu, tapi yang bersangkutan belum memberikan respon. Intinya proses penanganan kasus ini berjalan sesuai prosedur," tegas Royke.
Mengingat kasus ini viral di media sosial, polisi meminta masyarakat untuk tidak berspekulasi liar dan tetap tenang menunggu hasil penyidikan resmi.
"Masyarakat kami imbau untuk bijaksana dalam mengkaji informasi, di tengah kemajuan teknologi digital saat ini," imbuh Royke.
Di sisi lain, Tim Relawan Hukum yang mendampingi keluarga menyatakan bahwa laporan ke Polda Sulut ini merupakan keinginan langsung dari orang tua almarhumah. Mereka berharap tabir gelap penyebab kematian mahasiswi Unima ini segera terungkap secara transparan.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
