Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 5 Desember 2020 | 18.50 WIB

Milad Ke-44 GAM Nyaris Ricuh, Massa Kibarkan Bendera Bulan Bintang

SEMPAT TEGANG: Negosiasi antara massa dan aparat keamanan di depan kompleks makam deklarator GAM Tgk Hasan Muhammad Di Tiro di Gampong Meureu, Indrapuri, Aceh Besar, kemarin (4/12). (TARMIDI YUSUF/RAKYAT ACEH) - Image

SEMPAT TEGANG: Negosiasi antara massa dan aparat keamanan di depan kompleks makam deklarator GAM Tgk Hasan Muhammad Di Tiro di Gampong Meureu, Indrapuri, Aceh Besar, kemarin (4/12). (TARMIDI YUSUF/RAKYAT ACEH)

JawaPos.com – Peringatan Milad Ke-44 Gerakan Aceh Merdeka (GAM) di beberapa lokasi di Nanggroe Aceh Darussalam kemarin (4/12) diwarnai sejumlah insiden. Di Gampong Meureu, Indrapuri, Aceh Besar, massa dan aparat keamanan nyaris bentrok di depan makam deklarator GAM Tgk Hasan Muhammad Di Tiro.

Peristiwa tersebut bermula saat massa yang mengaku dari mantan kombatan GAM, anak yatim korban konflik, dan pasukan Inong Balee dari berbagai wilayah di Aceh hendak menggelar peringatan milad GAM di lokasi itu. Mereka dihadang anggota Polri dan TNI di depan pintu gerbang makam.

Suasana memanas ketika massa bersikeras ingin masuk ke kompleks makam dengan membawa bendera GAM. Namun, aparat yang berjumlah 200-an personel tetap tidak mengizinkan bendera bulan bintang masuk dan dikibarkan di makam Tgk Hasan Tiro yang berdampingan dengan makam pahlawan nasional Tgk Cik Di Tiro tersebut.


Setelah berdialog, akhirnya tercapai kesepakatan. Massa diperbolehkan masuk ke kompleks makam. Syaratnya, tidak membawa dan mengibarkan bendera bulan bintang serta harus patuh pada protokol kesehatan Covid-19. Sebagian massa yang menyetujui pun masuk ke kompleks makam. Sebagian lagi bertahan di luar dan tidak berkenan masuk tanpa membawa bendera bulan bintang. Tidak banyak petinggi GAM hadir dalam kegiatan tersebut.

Mantan Panglima GAM Wilayah Pasee Tgk Zurkarnaini Hamzah (Tgk Ni) yang didampingi Mukhlis Basyah, mantan bupati Aceh Besar yang juga petinggi GAM, menyayangkan insiden penghadangan itu. ’’Kenapa kami datang ke makam wali, makam syuhada, yang merupakan makam orang tua kami bangsa Aceh, kami dihadang seperti ini,” kata Tengku Ni seperti dilansir Rakyat Aceh.

Dia menyebutkan, kemarin merupakan hari suci bagi para pejuang GAM. ”Termasuk indatu-indatu kami dulu, sangat memuliakan hari milad ini. Jadi, saya mohon kepada semua pihak untuk menghormati hak orang lain,” lanjutnya.

Sementara itu, Kapolres Aceh Besar AKBP Riki Kurniawan yang memimpin langsung pengamanan menuturkan, pihaknya sama sekali tidak melarang masyarakat untuk berziarah. Namun, aturan yang berlaku harus ditaati. ’’Ziarah tidak masalah, silakan. Tapi, dua hal yang harus dijaga. Pertama, menjaga protokol kesehatan Covid-19 dan kedua, tidak ada bendera yang naik,” tegasnya.

Situasi agak berbeda terjadi dalam peringatan Milad Ke-44 GAM di Masjid Raya Baiturrahman (MBR) Banda Aceh. Di sana, bendera bulan bintang berkibar lebih dari 15 menit. Pantauan Rakyat Aceh di lokasi, massa mengibarkan bendera secara bersama-sama sambil berorasi setelah berdoa dan berzikir.

Dandim 0101/BS Letkol Inf Abdul Razak Rangkuti mengatakan, ratusan orang tersebut hanya menyampaikan aspirasi. Meski, bendera GAM sempat berkibar sebentar. ’’Mereka menyatakan ikrar bahwa bendera mereka bukan bendera separatis. Tapi, saya sampaikan tidak ada bendera selain bendera Merah Putih,’’ kata Abdul Razak kepada wartawan.

Sebelumnya, Juru Bicara Komite Peralihan Aceh (KPA) Azhari Cagee mengatakan, pihaknya tidak menyuruh ataupun melarang. Sebab, bendera itu sudah menjadi bendera Aceh sesuai Qanun Nomor 3 Tahun 2013. KPA tidak dalam kapasitas untuk mengatur. ’’Kita tidak menyuruh dan tidak melarang. Kalau menyuruh dan melarang akan dianggap itu bendera KPA, padahal itu jelas bendera Aceh sesuai qanun,’’ ucapnya.

 

Saksikan video berikut ini:

 

https://www.youtube.com/watch?v=fI6vTq-DSfU

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore