
Ilustrasi tawuran. Dok. JawaPos
JawaPos.com–Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Surabaya buka suara terkait Susanto, dokter gadungan, yang bekerja di salah satu klinik milik PT Pelindo Husada Citra (PHC) di Cepu, Blora, Jawa Tengah.
Ketua IDI Surabaya Brahmana Askandar mengatakan, IDI Surabaya memiliki sistem untuk mencari tahu identitas dokter. Termasuk dokter gadungan Susanto. Saat kasus dokter gadungan mencuat, IDI Surabaya langsung mengetahui jika nama Susanto tidak ada dan tidak ditemukan.
”Yang jelas yang saya klarifikasi, kasus ini meledak kami punya sistem yang baik di IDI Surabaya, jadi gampang menelisiknya,” kata dr Brahmana dalam konferensi pers online klarifikasi dan penjelasan mengenai kasus dokter gadungan, Kamis (14/9).
Brahamana menegaskan, IDI Surabaya tidak memiliki anggota dokter yang bernama Anggi Yuriko dan Susanto. Sebab tidak ada di data base atau sistem IDI Surabaya, lanjut dia, izin praktik pun tak pernah dibuat atau dikeluarkan.
Sejak 2006, Susanto ternyata sudah melakukan aksi menjadi dokter gadungan. Aksi penipuan itu dilakukan Susanto di Kalimantan. Susanto memalsukan semua dokumen untuk melancarkan aksinya tersebut.
Selain berpura-pura menjadi dokter spesialis kandungan dan melakukan operasi caesar kepada salah satu pasien, Susanto dokter gadungan itu juga sempat menduduki posisi strategis sebagai salah satu kepala rumah sakit di Kalimantan pada 2006-2008. Aksi Susanto terendus kembali melakukan penipuan dengan berpura-pura menjadi dokter gadungan sekitar Maret-April.
Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kabupaten Bandung Aziz Asopari mengatakan, pihaknya menerima laporan pertama kali dari salah satu anggota IDI Kabupaten Bandung. Dokter itu menyampaikan bahwa ada salah seorang yang mencatut namanya untuk menjadi dokter gadungan.
IDI Kabupaten Bandung lantas bergerak segera melakukan investigasi. Hasilnya ternyata benar ada seseorang yang menggunakan identitas dokter tersebut untuk menjadi dokter gadungan. IDI Kabupaten Bandung pun melaporkan hal itu ke kepolisian.
”Dokter gadungan ini ternyata mau melamar ke salah satu klinik SOS, setelah itu rekan dokter tersebut menghubungi PB IDI untuk menanyakan lamaran itu,” tutur Aziz Asopari.
Aziz juga memastikan kepada IDI Blora, apakah Susanto adalah dokter atau bukan. Nah, ternyata, fakta yang mengejutkan bahwa Susanto bukan dokter.
Pada 5 Juni, dokter anggota IDI dipanggil untuk diperiksa sebagai saksi di Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Jawa Timur.
”Jadi, dokter Anggi Yurikno (AY) kami nyatakan betul sebagai anggota IDI Kabupaten Bandung. Kemudian 12 Juni (2023) dipanggil lagi ke Polres Tanjung Perak, didampingi pengacara,” ungkap Aziz Asopari.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
