Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 15 September 2023 | 06.25 WIB

Dokter Gadungan Susanto Bisa Praktik, IDI Surabaya Tegaskan Tidak Pernah Keluarkan Izin

Ilustrasi tawuran. Dok. JawaPos - Image

Ilustrasi tawuran. Dok. JawaPos

JawaPos.com–Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Surabaya buka suara terkait Susanto, dokter gadungan, yang bekerja di salah satu klinik milik PT Pelindo Husada Citra (PHC) di Cepu, Blora, Jawa Tengah.

Ketua IDI Surabaya Brahmana Askandar mengatakan, IDI Surabaya memiliki sistem untuk mencari tahu identitas dokter. Termasuk dokter gadungan Susanto. Saat kasus dokter gadungan mencuat, IDI Surabaya langsung mengetahui jika nama Susanto tidak ada dan tidak ditemukan.

”Yang jelas yang saya klarifikasi, kasus ini meledak kami punya sistem yang baik di IDI Surabaya, jadi gampang menelisiknya,” kata dr Brahmana dalam konferensi pers online klarifikasi dan penjelasan mengenai kasus dokter gadungan, Kamis (14/9).

Brahamana menegaskan, IDI Surabaya tidak memiliki anggota dokter yang bernama Anggi Yuriko dan Susanto. Sebab tidak ada di data base atau sistem IDI Surabaya, lanjut dia, izin praktik pun tak pernah dibuat atau dikeluarkan.

Sejak 2006, Susanto ternyata sudah melakukan aksi menjadi dokter gadungan. Aksi penipuan itu dilakukan Susanto di Kalimantan. Susanto memalsukan semua dokumen untuk melancarkan aksinya tersebut.

Selain berpura-pura menjadi dokter spesialis kandungan dan melakukan operasi caesar kepada salah satu pasien, Susanto dokter gadungan itu juga sempat menduduki posisi strategis sebagai salah satu kepala rumah sakit di Kalimantan pada 2006-2008. Aksi Susanto terendus kembali melakukan penipuan dengan berpura-pura menjadi dokter gadungan sekitar Maret-April.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kabupaten Bandung Aziz Asopari mengatakan, pihaknya menerima laporan pertama kali dari salah satu anggota IDI Kabupaten Bandung. Dokter itu menyampaikan bahwa ada salah seorang yang mencatut namanya untuk menjadi dokter gadungan.

IDI Kabupaten Bandung lantas bergerak segera melakukan investigasi. Hasilnya ternyata benar ada seseorang yang menggunakan identitas dokter tersebut untuk menjadi dokter gadungan. IDI Kabupaten Bandung pun melaporkan hal itu ke kepolisian.

”Dokter gadungan ini ternyata mau melamar ke salah satu klinik SOS, setelah itu rekan dokter tersebut menghubungi PB IDI untuk menanyakan lamaran itu,” tutur Aziz Asopari.

Aziz juga memastikan kepada IDI Blora, apakah Susanto adalah dokter atau bukan. Nah, ternyata, fakta yang mengejutkan bahwa Susanto bukan dokter.

Pada 5 Juni, dokter anggota IDI dipanggil untuk diperiksa sebagai saksi di Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Jawa Timur.

”Jadi, dokter Anggi Yurikno (AY) kami nyatakan betul sebagai anggota IDI Kabupaten Bandung. Kemudian 12 Juni (2023) dipanggil lagi ke Polres Tanjung Perak, didampingi pengacara,” ungkap Aziz Asopari.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore