
Rekonstruksi mutilasi Mahasiswa UMY Redho Tri Agustian dilakukan di rumah kos milik pelaku Waliyin, yang bertempat di RT.04 RW.19 Dusun Krapyak, Kecamatan Triharjo, Sleman, Jogjakarta. (Radar Jogja)
JawaPos.com - Rekonstruksi kasus pembunuhan sekaligus mutilasi kepada mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) bernama Redho Tri Agustian, 20, digelar pada Selasa (8/8). Dua tersangka, Waliyin, 28, dan Ridduan alias RD, 38, melakukan banyak adegan di kos yang beralamat di Padukuhan Krapyak, Triharjo, Sleman.
Pantauan Radar Jogja (Jawa Pos Group) di lokasi, kegiatan rekontruksi memakan waktu dua jam. Dimulai dari pukul 10.00 sampai pukul 12.00 dan dipimpin Direskrimum Polda DIY Kombes Pol FX Endriadi. Dalam rekonstruksi, kedua pelaku terlihat memulai dengan adegan menjemput korban dari kosnya. Kemudian, di dalam kos, pelaku Ridduan sempat mengobrol dengan korban.
Setelah itu, korban Redho dilepas pakaiannya oleh tersangka Ridduan. Lalu, diikat kedua kaki dan tangannya serta ditutup mulutnya menggunakan lakban. Petugas rekonstruksi di lokasi kemudian menyampaikan bahwa antara korban dengan Ridduan melakukan skin.
Usai melakukan skin, korban Redho sempat mengaku kesakitan pada bagian perut. Tersangka Ridduan kemudian memanggil tersangka Waliyin untuk mengecek kondisi korban.
Setelah itu, korban yang diduga sudah dalam keadaan meninggal dunia kemudian digotong dan selanjutnya tubuhnya dipotong-potong, direbus, lalu dimasukkan ke dalam lima kantong plastik.
Endriadi menerangkan, potongan tubuh korban yang sudah dimasukkan ke dalam kantong plastik itu kemudian dibawa oleh kedua tersangka menggunakan sepeda motor. Yang kemudian disebar ke beberapa lokasi di antaranya di Kapanewon Turi dan Tempel.
Disinggung tentang adanya penelitian terkait dengan LGBT dari korban, Endriadi mengaku pihaknya dalam kasus tersebut hanya memiliki kewenangan untuk melakukan penyelidikan dan penyidikan terkait dengan kasus pembunuhan terhadap mahasiswa UMY tersebut.
"Kami dari penyidik Ditreskrimum Polda DIJ hanya melakukan penyelidikan dan penyidikan terkait dengan peristiwa pembunuhan. Kami tidak meneliti di sana (penelitian korban terkait LGBT)," terang Endriadi.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
