
Photo
JawaPos.com - Proses pengungkapan kasus penyiraman air keras kepada penyidik senior KPK Novel Baswedan berlanjut pada pembentukan tim teknis. Hal ini sehubungan dengan tak kunjung terungkapnya kasus dan belum adanya tersangka meski telah dibentuk Tim Pencari Fakta (TPF) oleh Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian.
Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol M Iqbal menyampaikan, tim teknis masih dalam proses pembuatan. Diperkirakan awal Agustus mendatang sudah mulai bekerja, mendalami temuan-temuan TPF. "Tim teknis beberapa minggu ke depan, Insya Allah bulan Agustus sudah dimulai kalau dalam prediksi saya," ujar Iqbal di Mabes Polri Jakarta Selatan, Senin (22/7).
Iqbal menuturkan, saat ini Kabareskrim Polri Komjen Pol Idham Azis selaku pemimpin tim teknis tengah memilih personil terbaiknya yang akan dibawanya ke tim teknis. Dengan tingkat urgensi kasus ini yang begitu penting, maka harus diiringi dengan sumber daya terbaik.
Selain itu, Idham Azis juga masih mempelajari temuan-temuan TPF. Proses ini disebutnya membutuhkan waktu. Mengingat laporan temuan jumlahnya lebih dari seribu halaman. "Itu kan (laporannya) tebel, berapa halaman tuh, dan itu harus dipelajari secara komprehensif, ini kan upaya penyelidikan dan penyidikan selanjutnya," tegas Iqbal.
Novel baswedan (Fedrik Tarigan/Jawa Pos)
Novel baswedan (Fedrik Tarigan/Jawa Pos)
Sementara itu, terkait tenggat waktu 3 bulan yang diberikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mengungkap kasus ini, Iqbal tak banyak berkomentar. "Prinsipnya kita akan kerja keras ya," pungkasnya.
Sebelumnya, TPF menduga kasus penyiraman air keras kepada penyidik senior KPK Novel Baswedan berkaitan dengan setidaknya 6 kasus high profile yang ditangani korban. Oleh karena itu TPF mendorong agar Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian membentuk tim teknis guna mengungkap kasus ini.
Selain itu rekomendasi ini juga berdasarkan adanya fakta satu orang tidak dikenal mendatangi rumah Novel pada 5 April 2017. Ditambah pada sehari sebelum peristiwa penyiraman ada dua orang tidak dikenal yang duduk di dekat tempat wudhu Masjid Al-Ikhsan tempat Novel melaksanakan salat subuh saat penyerangan terjadi.
"Tim Pencari Fakta merekomendasikan kepada Kapolri untuk melakukan pendalaman terhadap fakta (dua temuan tersebut) dengan membentuk tim teknis berkemampuan spesifik," ujar Juru Bicara Tim Pakar, Nurkholis dalam konferensi pers di gedung Bareskrim Polri, Rabu (17/7).
Kadiv Humas Polri Irjen Pol M Iqbal memastikan usulan tersebut akan dijalankan polri. Kabareskrim Polri Komjen Pol Idham Azis telah ditunjuk untuk memimpin tim ini.
"Tim teknis ini melibatkan satgas yang sangat profesional seperti tim investigator, tim lapangan, INAFIS, bahkan Densus 88 diturunkan. Ini (bukti) kami sangat serius (menangani perkara Novel)," kata Iqbal.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
