
ILUSTRASI: Para prajurit Kopaskhas yang sedang menggelar simulasi
JawaPos.com - Kematian prajurit Kopaskhas TNI AU Praka Yudha Prihantoro begitu menggemparkan. Pasalnya, anggota pasukan elite TNI AU, itu ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan.
Menurut sumber Malang Post (JawaPos Group), Praka Yudha ditemukan tewas bersimbah darah di barak yang diberi nama Kesatrian. Tepatnya di di Markas Yonko 464 Pasukan Khas (Paskhas) di Komplek Lanud Abd Saleh, Pakis, Malang.
Komandan Lanud (Danlanud) Abd Saleh, Marsma TNI Julexi Tambayong mengatakan, peristiwa tersebut terjadi hari Kamis (11/5/17).
Siang itu, Rumah Sakit (RS) Dr Muh Munir Lanud Abd Saleh, menerima pasien bernama Praka Yudha Prihantoro yang berasal dari kesatuan Yonko 464 Paskhas.
“Saat datang ke UGD, pasien dalam kondisi bersimbah darah, dengan terdapat luka sayatan yang berada di lehernya,” ujar Marsma TNI Julexi Tambayong, kepada wartawan, kemarin. Pihak medis pun langsung melakukan penanganan untuk menyelamatkan nyawa korban.
Kepala Dinas Penerangan TNI AU (KadispenAU), Marsma TNI Jemi Trisonjaya menyatakan, KSAU Marsekal Hadi Tjahjanto telah memerintahkan Komandan Puspomau untuk melakukan proses penyelidikan terhadap kasus tewasnya Praka Yudha Prihantoro.
“Apabila para perwira yang diduga, terbukti bersalah akan dijatuhi hukuman sesuai undang-undang yang berlaku,” ujarnya seperti tertulis dalam rilis yang dikirimkan melalui Pentak Lanud Abd Saleh.
Dalam rilis juga disampaikan kronologis terkait peristiwa maut tersebut. Semuanya bermula dari tiga perwira remaja Paskhas, Lettu MP, Letda AJ dan Letda IH yang mendapat perintah dari atasannya, Kapten pas NP selaku Pjs Pasiops untuk membina Praka Yudha yang terlibat masalah utang piutang.
Disebutkan, Praka Yudha selalu berbelit-belit ketika ditanyai penggunaan uang tersebut.
Akhirnya Lettu MP Cs mengurung Praka Yudha di salah satu kamar di barak. Sempat ingin melarikan diri lewat kaca nako, Praka Yudha kembali berhasil diamankan. “Sekitar pukul 11.05 (11/5) Praka Yudha minta izin ke kamar mandi dan dilepas ikatannya kemudian diantar Letda AJ ke kamar mandi,” jelasnya.
Rupanya, Praka Yudha cukup lama berada di dalam kamar mandi, sekitar 10 menit. Letda AJ pun menanyakan kenapa ia lama sekali. “Dijawab “siap Ndan, sebentar lagi”,” ujar Jemi.
Saat keluar dari kamar mandi, Praka Yudha berlari menuju barak dan hampir menabrak Letda AJ. Di dalam barak, ia mengambil pisau komando. Melihat itu, Letda AJ mengira Praka Yudha akan menyerangnya.
“Letda AJ sempat menanyakan apakah Praka Yudha akan menyerangnya, lalu dijawab “siap, tidak ndan, saya mau bunuh diri” dan seketika ia menusukkan pisau komandonya dari sisi leher sebelah kanan tembus ke sebelah kiri,” jelas Jemi.
Jemi mengatakan, Pomau akan melakukan penelusuran mengenai tindakan yang dilakukan Lettu MP dan dua perwira lain. Hanya saja, dia memastikan Praka Yudha tewas karena tusukan pisaunya sendiri. "Makanya nanti tim investigasi akan mendalami, sejauh mana pembinaan yang dilakukan oleh para perwira remaja ini," jelas Jemi. (big/han/elf/JPG)

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
