Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 10 Februari 2017 | 04.47 WIB

Soal Kiriman KTP dari Kamboja, Polda Metro Jaya Sebut Belum Terima Limpahan dari Bea Cukai

Ilustrasi - Image

Ilustrasi

JawaPos.com - Bea Cukai telah mendapati kiriman Kartu Tanda Penduduk Palsu dari Kamboja. Kasus itu kini terus didalami untuk mencari tahu apa tujuan dari pengiriman tersebut.

Meski begitu, Polda Metro Jaya hingga kini belum menerima limpahan kasus ditemukannya KTP palsu oleh Bea Cukai Soekarno di Bandara Soekarno Hatta (Soetta), Tangerang. Padahal Bea Cukai telah menyebut akan menggandeng kepolisian dalam pengusutannya.

"Memang sampai sekarang kita belum terima limpahan dari Bea Cukai, saya masih belum tahu berapa banyak KTP yang disita," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono di Polda Metro Jaya, Kamis (9/2).

Sebelumnya, Bea Cukai dikabarkan mendapati pengiriman Kartu Tanda Penduduk warga Indonesia yang berasal dari Kamboja. Tak hanya KTP, petugas juga mendapati kartu NPWP, buku tabungan dan kartu ATM.

Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Heru Pambuimelakukan konfirmasi atas beredarnya berita terkait pemasukan KTP palsu melalui Kantor Bea Cukai Soekarno Hatta.

“Berdasarkan laporan dari lapangan, pada hari Jumat tanggal 3 Februari 2017 didapati pengiriman barang melalui Fedex berupa 36 lembar KTP 32 lembar kartu NPWP, satu buku tabungan, dan satu buah kartu ATM," terang dia dalam keterangan tertulisnya, Kamis (9/2).

Menurut dia, barang kiriman itu berasal dari Kamboja. “Sesuai dengan prosedur, petugas lapangan melakukan pemeriksaan rutin atas barang-barang yang dikirim melalui Perusahaan Jasa Titipan termasuk yang lewat Fedex ini," sambung dia.

Lanjut dia menuturkan, pemeriksaan dilakukan baik atas dokumen maupun fisik barang dengan menggunakan alat bantu Xray. "Pemeriksaan dilakukan bersama dengan petugas Fedex. Jadi ini sebenarnya kegiatan rutin," sambung Heru.

Sekarang kata dia, Bea Cukai sedang melakukan pendalaman bersama-sama dengan Direktorat Jenderal Pajak, Kepolisian, dan Kementerian Dalam Negeri/Dukcapil. “Kami tengah berkoordinasi intensif untuk mengetahui motif daripengiriman barang-barang itu," kata dia. (elf/JPG)

Editor: Muhammad Syadri
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore