Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 19 Mei 2025 | 16.00 WIB

Tuntaskan Sertipikasi Tanah Wakaf dalam Lima Tahun, Menteri ATR Nusron Wahid Gandeng Jusuf Kalla 

Menteri ATR Nusron Wahid bersama dua menteri lainnya di Kabinet Merah Putih bertemu mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla. (Dok. Kementerian ATR) - Image

Menteri ATR Nusron Wahid bersama dua menteri lainnya di Kabinet Merah Putih bertemu mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla. (Dok. Kementerian ATR)

JawaPos.com - Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) Nusron Wahid menyampaikan komitmennya untuk menuntaskan sertipikasi tanah wakaf yang belum terdaftar. Upaya sertipikasi akan terus dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak terkait, termasuk lembaga keagamaan seperti Dewan Masjid Indonesia (DMI).

Kementerian ATR pun menandatangani MoU dengan DMI, pada Sabtu (17/5). “Kami bertekad dalam lima tahun ini minimal 90 persen dari tanah wakaf yang belum terdaftar bisa kita tuntaskan,” ujar Nusron Wahid.

Dengan adanya MoU ini, Kementerian ATR merasa terbantu. Berdasarkan data Kementerian Agama, tercatat ada 561.909 bidang tanah wakaf, tetapi baru 267.994 bidang yang telah terdaftar dengan total luas 25.874 hektare. Artinya, baru sekitar 47,6 persen tanah wakaf yang tersertipikasi.

Sementara itu, untuk tahun 2025 jumlah tanah wakaf yang sudah disertipikasi adalah sebanyak 2.411 bidang. Menteri Nusron menjelaskan, sejak 1 Maret 2025, Kementerian ATR/BPN telah membuka loket khusus untuk melayani sertipikasi tanah wakaf, yayasan, dan organisasi masyarakat lainnya.

Kebijakan ini dimaksudkan untuk mempercepat proses administrasi yang selama ini dinilai memerlukan waktu cukup panjang. “Setiap tahun, kami mengeluarkan sekitar 7 juta sertipikat, termasuk Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL). Oleh karena itu, untuk tanah wakaf, kami membutuhkan percepatan agar prosesnya tidak mengalami antrean panjang,” jelas Menteri Nusron.

Ketua Umum DMI, Jusuf Kalla, menegaskan bahwa program sertipikasi tanah wakaf merupakan salah satu fokus utama DMI pada periode 2024–2025. Menurutnya, sertipikasi adalah hal penting yang dapat menghindari potensi terjadinya konflik.

“Di masjid jarang terjadi konflik, namun di sekolah banyak terjadi sengketa antara keturunan pewakif. Kami tidak ingin hal ini terjadi di masjid-masjid,” ungkap Jusuf Kalla.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore