
Mendes PDT Yandri Susanto menandatangani MoU dengan Kementerian/Lembaga, Perusahaan, Organisasi Sosial dan Perguruan Tinggi di Kantor Kemendes PDT, Jakarta, Rabu ( 23/7). (Humas Kemendes PDT)
JawaPos.com - Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) terus mengebut percepatan pembangunan desa. Langkah itu dengan kolaborasi lintas sektor. Terbaru, Kemendes PDT menandatangani puluhan nota kesepahaman (MoU) dengan berbagai pihak sebagai bagian dari langkah konkret membangun Indonesia dari desa.
Mendes PDT Yandri Susanto mengatakan, hingga saat ini sudah ada 48 MoU yang diteken. Ke depan masih ada puluhan MoU yang akan dilakukan lagi. "Hari ini saja kami tandatangani sekitar 28 MoU lagi. Masih ada sekitar 70 MoU yang akan menyusul. Ini bentuk nyata semua pihak punya perhatian dan konsentrasi pada desa," kata Yandri usai acara penandatanganan di kantor Kemendes PDT, Jakarta Selatan, pada Rabu (23/7).
Dalam penandatanganan kerja sama kali ini, Kemendes PDT menggandeng berbagai kementerian/lembaga negara, organisasi sosial, hingga perguruan tinggi. Di antaranya Badan Pusat Statistik (BPS), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), Pemuda Muhammadiyah, PT Pos Indonesia, hingga Forum CSR.
"Dengan BPS, kami ingin punya data potensi desa yang akurat agar program dan anggaran bisa tepat sasaran. Dengan PT Pos sangat penting untuk membantu distribusi produk BUMDes dan KopDes. Lalu dengan LPSK, ini bagian dari edukasi hukum karena masih banyak kasus hukum di desa yang tak terselesaikan karena ketakutan saksi atau minimnya literasi hukum," terangnya.
Yandri menuturkan, kerja sama juga dilakukan dengan BUMN, seperti Telkomsel dan Pertamina. Seluruh pihak yang ikut menandatangani MoU telah menunjukkan semangat yang sama yakni membangun desa demi pemerataan ekonomi nasional.
"Tujuan akhirnya jelas, yaitu kesejahteraan. Kemudian menurunkan angka kemiskinan, dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi dari desa. Karena itu, kami tidak ingin hanya jadi superman, kami butuh super team. Ini bukan sekadar seremoni, akan kami tindak lanjuti dengan aksi nyata di lapangan," tegasnya.
Dengan demikian, lanjut Yandi, MoU tersebut akan terasa manfaatnya di desa-desa. Terlebih, di Indonesia jumlah desa tercatat lebih dari 75 ribu. "Penduduk Indonesia lebih dari 70 persen ada di desa. Maka sejatinya kalau kita membangun desa pasti ujungnya adalah membangun Indonesia," ujarnya. (mim)

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
