Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 30 Agustus 2021 | 16.55 WIB

Keterisian Ruang ICU Covid-19 RSMH Palembang Masih 90 Persen

Seorang tenaga kesehatan sedang merawat radiografi keteterisasi jantung di rumah sakit Palembang. Antara/M. Riezko Bima Elko P./Antara - Image

Seorang tenaga kesehatan sedang merawat radiografi keteterisasi jantung di rumah sakit Palembang. Antara/M. Riezko Bima Elko P./Antara

JawaPos.com–Tingkat keterisian ruang intensive care unit (ICU) khusus pasien Covid-19 di Rumah Sakit Umum Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang, hingga kini masih tinggi, mencapai 90 persen.

Direktur Utama RSMH Bambang Eko Subaryanto seperti dilansir dari Antara di Palembang mengatakan, kondisi itu berbeda dengan tingkat keterisian tempat tidur bagi pasien Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri justru sudah menurun hingga 30 persen dalam dua pekan terakhir. Dari total 320 tempat tidur yang disiapkan untuk isoman hanya terisi 30 persen, sementara untuk Ruang ICU Covid-19 yang disediakan 90 tempat tidur terisi 90 persen.

”Artinya Covid-19 ini masih menjadi ancaman, ada yang mengalami gejala berat dan ada yang mengalami gejala ringan,” kata Bambang Eko.

Untuk itu, tak ada cara lain selain melakukan vaksinasi Covid-19 sebagai upaya meningkat pertahanan diri menghadapi virus. Vaksinasi tidak menjamin seseorang terhindar Covid-19, namun setidaknya dapat mengurangi dampak infeksi virus korona.

”Setidaknya bisa isolasi mandiri, tidak sampai masuk ICU Covid-19. Jadi memang sebaiknya harus divaksin,” kata Bambang Eko.

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan meminta tambahan vaksin Covid-19 dari pemerintah pusat untuk memenuhi kebutuhan vaksinasi masyarakat. Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru mengatakan, terus melobi pemerintah pusat karena sejauh ini jumlah kuota vaksin yang diterima tidak sebanding dengan jumlah warga Sumsel yang hendak disuntik vaksin.

”Kami terus meminta pemerintah pusat menambah pasokan vaksin di Sumsel. Jika diperbolehkan membeli secara mandiri, tentu sudah sejak lama kami membeli vaksin tersebut,” kata Herman Deru.

Sejak tujuh bulan pelaksanaan vaksinasi, Sumsel telah menyasar sebanyak 18,96 persen (sekitar 1,1 juta orang) dari total penduduk yang berjumlah 6,3 juta jiwa. Vaksinasi dosis kedua Sumsel mencapai 11,93 persen atau sekitar 751.841 orang yang telah divaksin.

Sejauh ini, baru vaksinasi nakes dan pelayan publik yang telah mencapai target 100 persen. Sedangkan untuk lansia masih menjadi kendala karena rendahnya serapan. Sedangkan vaksinasi remaja mencapai 26.035 orang atau 3,07 persen dari target 846.683 orang dan masyarakat rentan umum yang divaksin sudah 247,562 atau 5,66 persen dari target.

”Sumsel seharusnya menerima sekitar 1,4 juta dosis per bulan untuk target kekebalan komunal pada awal 2022,” kata Herman deru.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore