
Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan melepas pengiriman rumput laut kering produksi petani Teluk Wondama di Pelabuhan Manokwari ke Surabaya, Jawa Timur, pada Selasa (27/10). Toyiban/Antara
JawaPos.com–Pemerintah Kerajaan Inggris mendukung upaya Provinsi Papua dan Papua Barat mengembangkan green economy atau ekonomi hijau. Hal tersebut sebagai bagian dalam program pembangunan berkelanjutan di dua daerah itu.
Kepala Balai Penelitian dan Pengembangan Provinsi Papua Barat Charlie Heatubun seperti dilansir dari Antara di Manokwari mengatakan, UK Climate Changa Unit (UKCCU), sebuah lembaga perubahan iklim Inggris sejak beberapa tahun lalu, telah melakukan pendampingan di Papua dan Papua Barat. Melalui lembaga tersebut pemerintah Kerajaan Inggris menggelontorkan dana sebesar Rp 400 miliar untuk Papua dan Papua Barat.
”Awalnya pendampingan dilakukan untuk penataan ruang dan perencanaan spasial. Namun, sejak tiga tahun terakhir difokuskan pada pengembangan ekonomi hijau,” ucap Heatubun.
Melalui anggaran dari Kerajaan Inggris, petani dan nelayan di Papua serta Papua Barat memperoleh pendampingan. Di Papua Barat ekonomi hijau difokuskan pada beberapa komoditas. Di antaranya rumput laut, kakao, kopi, buah pala, dan kelapa.
Heatubun menyebutkan, pengembangan rumput laut difokuskan di Teluk Wondama serta Raja Ampat, perkebunan kakao di Manokwari Selatan, buah pala di Fakfak, kopi di Pegunungan Arfak. Sedangkan kelapa dikembangkan di sejumlah kabupaten di antaranya Manokwari. Dia berharap bantuan donor internasional itu bersinergi dengan program Kementerian Desa dan Daerah Tertinggal serta pemerintah daerah baik provinsi maupun kabupaten.
”Dengan demikian, masing-masing bisa sharing anggaran untuk mendukung pengembangan ekonomi hijau di daerah,” kata Charlie.
Menurut dia, petani rumput laut di Teluk Wondama saat ini sudah menikmati hasil panen. Sekitar 100 ton rumput laut sudah dikirim ke Surabaya, Jawa Timur. Dari transaksi perdagangan rumput laut tersebut, uang ratusan rupiah telah beredar di tujuh kampung penghasil di Teluk Wondama.
”Secara ekonomi manfaatnya jelas. Masyarakat sudah menikmati hasil dari jerih payahnya. Kami berharap ini menjadi pemicu bagi masyarakat lain bahwa memanfaatkan potensi alam tanpa merusak lingkungan itu juga bisa menghasilkan uang,” tutur Charlie Heatubun.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=7bi_-IS6R4I
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Bikin Geger Lagi, 244 Siswa Hingga Guru di Batang Tumbang Usai Santap MBG
Prediksi Skor Andorra vs Malta di Liga Nations UEFA: The Reds Menang Tipis di Encamp
Prediksi Skor Laos vs Brunei di FIFA ASEAN Cup: Thim Xad Menang di Laga Perdana
Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Liga Nations UEFA: The Vikings Menang Tipis di Ullevaal Stadion
Prediksi Skor Austria vs Israel di Liga Nations UEFA: Das Team Menang Telak di Raiffeisen Arena
Prediksi Skor Timnas Jepang U-23 vs Thailand U-23 di Asian Games 2026
Prediksi Skor Liechtenstein vs Lithuania di Liga Nations UEFA: Rinktinė Menang di Kandang Lawan
Prediksi Skor Myanmar vs Timor Leste di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Gasak Lawan di Laga Perdana
Prediksi Skor Jepang vs Uruguay: Ko Itakura Targetkan Kemenangan
Prediksi Skor Kosovo vs Irlandia di Liga Nations UEFA: The Green Army Curi Poin di Fadil Vokrri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022