
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (lima dari kiri) hadir sebagai penguji tamu dalam Sidang Disertasi di Universitas Brawijaya, Malang, Sabtu (29/9).
JawaPos.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan baru saja menjadi penguji dalam sidang Disertasi politikus Gerindra, Pius Lustrilanang di Universitas Brawijaya (UB), Sabtu (29/9). Dia pun berharap agar hasil disertasi tersebut bisa dijadikan buku kecil sebagai panduan dalam penyelenggaraa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).
Anies menghadiri Sidang Disertasi Pius Lustrilanang yang akan meraih gelar Doktor Ilmu Administrasi. Mantan Menteri Pendidikan tersebut menjadi penguji tamu pada Disertasi yang berjudul Penerapan Kepemimpinan Publik dalam Penyelenggaraan Pilkada Langsung Studi pada Pemilihan Langsung Gubernur DKI Jakarta Tahun 2017.
Anies pun mengaku tertarik dengan penelitian mantan anggota DPR RI tersebut. "Temuannya tentang pentingnya partisipasi, pentingnya kepemimpinan yang bersifat kolaboratif, sehingga penyelenggaraan Pilkada bisa berjalan dengan baik bila unsur-unsur masyarakat terlibat dalam pemantauan, persiapan dan pelaksanaan. Jadi salah satu temuan yang menarik bagi saya disitu," ujarnya.
Dia mengungkapkan, dalam kasus Pilkada DKI, Pius bisa menunjukkan bagaimana kehadiran masyarakat untuk mengawasi, memantau, dan mempunyai efek pada hadirnya proses penyelenggaraan yang lebih bersih.
Anies sendiri mempunyai kapasitas sebagai penguji, sehingga dirinya pun lebih banyak menanyakan pada bagian implikasi, pengembangan teori, dan bagaimana aplikasi ke lapangannya. Bahkan, Anies juga mengusulkan agar hasil Disertasi tersebut bisa dijadikan buku kecil.
"Saya usulkan untuk temuan-temuan dibukukan kecil, untuk jadi buku panduan bagi penyelenggara dan masyarakat yang punya minat ke Pilkada," kata dia.
Sementara itu, Pius menyampaikan, dirinya memilih tema Pilkada DKI sebagai tema disertasi karena saat itu dirinya kebetulan menjadi pemimpin kelompok relawan. "Jadi saya sambil bekerja sambil meneliti," ujarnya.
Pius mengatakan, pada saat penelitian itu, ada hal-hal menarik yang dia temukan. Salah satunya masih adanya kecurangan-kecurangan yang terjadi. "Meskipun semua aturan jelas, pengamat ada dimana-mana, tetapi kecurangan-kecurangan terjadi dengan kasat mata. Kita lihat ada TPS-TPS yang di putaran pertama menang luar biasa, ada juga DPT tidak jelas, di putaran kedua saya melihat begitu masifnya operasi sembako di ibu kota. Tapi lewat keterlibatan relawan, semua politik uang bisa ditiadakan," paparnya.
Dia pun berharap, disertasi ini nantinya bisa menjadi panduan tentang bagaimana menyelenggarakan pemilu yang baik, dan menghasilkan pemimpin baik pula. Pius sendiri menyelesaikan studi S3 nya dalam kurun waktu 3 tahun.

Prediksi Bursa Taruhan Prancis vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Bisa Paksa Les Blues Main Lebih dari 90 Menit
Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Prediksi Skor Prancis vs Maroko di Perempat Final Piala Dunia 2026: Deja Vu atau Pembuktian Singa Atlas
Artis Arie Nugroho dan Windy Wulandari Berduka Yogi Rahmat Meninggal Dunia
Prediksi Bursa Taruhan Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026: La Roja Dijagokan Melaju ke Semifinal
10 Besar Penjualan Mobil Juni 2026: BYD Comeback jadi Merek Tiongkok Terlaris Kalahkan Jaecoo
Polisi Temukan Uang Rp60 Miliar di Cafe de Clan Jaksel, Diangkut Pakai 3 Mobil
Prediksi Susunan Pemain Norwegia vs Inggris di Piala Dunia 2026: Lomba Sihir Erling Haaland dan Harry Kane ke Semifinal!
Viral dr. Anggi Aprilyani Masuk Gereja, Tuai Tudingan Penistaan Agama
Gosip Perselingkuhan Lionel Messi Memanas, Sang Istri Tanggapi Rumor Skandal Suami dengan Jurnalis Argentina
