Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 29 Agustus 2021 | 02.19 WIB

Suplai Vaksin Membaik, Wagub Emil Minta Pelajar Segera Divaksinasi

Ilustrasi pembelajaran tatap muka di SMPN 1 Surabaya. Alfian Rizal/JawaPos - Image

Ilustrasi pembelajaran tatap muka di SMPN 1 Surabaya. Alfian Rizal/JawaPos

JawaPos.com–Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak meminta proses vaksinasi terhadap pelajar bisa berjalan dengan baik. Sebab saat ini, suplai vaksin makin banyak.

”Saat ini 9 juta masyarakat Jatim sudah mendapatkan vaksin dosis pertama. Kecepatan vaksinasi dengan gotong-royong semua elemen ini membawa manfaat yang sangat dirasakan masyarakat,” tutur Emil pada Sabtu (28/8).

Terkait pembelajaran tatap muka (PTM), mantan Bupati Trenggalek itu mengatakan, kepala dinas pendidikan sudah menyampaikan sesuai arahan gubernur, yakni daerah level 2 dan 3 sudah dipersilakan untuk menggelar PTM. Namun, dia meminta tiap daerah harus koordinasi sebaik-baiknya dengan satgas Covid-19.

”Untuk vaksinasi guru sudah berjalan lancar, meskipun ada kendala terkait kondisi kesehatan. Guru ini masuk dalam kategori petugas publik, secara mayoritas kita lihat vaksinasi petugas publik tidak ada kendala,” jelas Emil.

Sebenarnya, lanjut Emil, Jatim sudah pernah melakukan uji coba PTM tanpa vaksinasi. Namun dihentikan setelah terjadi lonjakan kasus penyebaran Covid-19 varian delta.

”Saat ini, kasusnya sudah turun harus dibarengi peningkatan tracing dan testing. Jangan sampai kasusnya turun karena memang nggak ada yang ngetes,” ujar Emil.

Dia mengklaim, Jatim selalu melihat beberapa indikator sebelum melakukan PTM. Di antarnya salah satunya keterisian rumah sakit.

”Ini tentunya tingkat risiko per hari ini dibandingkan pada saat melonjaknya kasus itu berbeda dan ini jadi pertimbangan untuk kami memberikan ruang bagi satgas Covid 19 di kabupaten/kota dengan level 2 dan 3 dengan penuh kehati-hatian melaksanakan PTM,” papar Emil.

Emil meyakini dengan vaksinasi saat ini, pihaknya sudah mulai mengintegrasikan antara prioritas siapa yang duluan untuk menggelar PTM sesuai dengan capaian vaksinasi.

Terkait praktik kerja lapangan (PKL) yang dilakukan siswa SMK, Emil mengatakan, harus diikuti dengan protokol kesehatan yang ketat.

”Karena banyak praktiknya jadi tidak bisa dilakukan daring. Kalau yang pendidikannya teori bisa dilakukan dengan menggunakan pembelajaran daring. Jadi ini memang harus dilakukan penuh dengan kehati-hatian, tapi kita juga memikirkan investasi pendidikan kepada generasi muda ke depannya harus tetap berjalan,” terang Emil.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore