
Ilustrasi susu
JawaPos.com - Beredar kabar, susu UHT Full Cream Ultra Milk 250 ml di sebuah minmarket yang berada di Jalan Jenderal Sudirman, Sinjai Utara, Sulawesi Selatan positif mengandung bakteri Streptococcus. Hal tersebut terungkap, ketika salah satu konsumen menguji coba satu kemasan susu UHT yang dianggap memiliki rasa yang berbeda, pada 22 Juni 2018 lalu.
Terlait kabar tersebut, Public Relation Manager PT Ultrajaya Milk Industri, Azwar Thahier mengatakan, pihak manajemen PT. Ultrajaya Milk Industry, sedang berkoordinasi langsung dengan kantor Dinas dan Balai Besar Veteriner tersebut. Dengan tujuan, untuk mendapatkan informasi yang lebih lengkap seperti kode produksi dan kadaluarsa sampel yang dianalisa serta kondisi kemasan atau produk tersebut.
Pengumpulan fakta di Iapangan ini menurutnya, sangat penting untuk membantu memastikan penyebab susu terkontaminasi bakteri tersebut. "Kami sedang menganalisa sample dan BPOM juga menganalisa sample dengan kode yang sama. Hasil penelusuran dengan dinas terkait di Sinjai, karyawan dinas membeli tiga dan menemukan satu pack terasa pahit," kata Azwar saat dihubungi JawaPos.com, Selasa (28/8).
Seperti dikabarkan dalam surat edaran Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Sinjai, bahwa satu kemasan UHT positif mengandung Bakteri streptococcus. Hal tersebut dibuktikan, dengan adanya uji coba di laboraturium.
Menurut Azwar, jika bakteri streptococcus masuk ke dalam tubuh manusia, maka akan menimbulkan gangguan pada kondisi tubuh. Diantaranya rasa mual hingga muntah-muntah.
"Disarankan jika (terkonsumsi) segera minum air hangat atau teh pahit agar gejala berkurang. Pada kasus berat bisa menyebabkan diare juga," ujarnya.
Untuk diketahui, seluruh produk PT Ultrajaya termasuk Ultra Milk full cream diproses dengan teknologi UHT yaitu pemasanan dengan suhu 14O celsius selama 4 detik untuk mematikan semua bakteri yang terdapat dalam produk tersebut. Selain itu, produk dibungkus dengan kemasan steril (aseptik) 6 lapis untuk menghindari kontaminasi dari luar.
"Kemasan rusak yang sudah terkontaminasi bakteri udara luar menyebabkan produk terasa asam, pahit atau menggumpal serta biasanya disertai kemasan terlihat kembung," pungkasnya.

Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs Uzbekistan: Ruben Dias Siap Hadapi Tim Bertahan
Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Duel Hidup dan Mati Siapa Lolos dari Grup J
Penampakan Wajah Wanita yang Menipu Tantri Kotak dkk dengan Kerugian Mencapai Rp 10 Miliar
Viral! Pengakuan BEM FH UBK Usai Temui Gibran, Ngaku Terima Uang hingga Minta Maaf ke Mahasiswa
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Kolombia vs RD Kongo di Piala Dunia 2026: Daniel Munoz Motor Serangan Los Cafeteros
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
Prediksi Skor Panama vs Kroasia di Piala Dunia 2026: Misi Berat Luka Modric Berburu Poin Pertama
