
Proses evakuasi korban yang terjebak dalam reruntuhan penambangan emas tanpa izin di Bolaang Mongondow, Sulut, Rabu (27/2).
JawaPos.com - Korban meninggal akibat ambruknya penambangan emas tanpa izin (PETI) di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), Sulawesi Utara, terus bertambah. Hingga pukul 20.30 Wita tadi malam (27/2), sudah delapan penambang yang dinyatakan meninggal. Puluhan lainnya diduga masih terjebak di dalam lubang galian tambang.
Insiden itu terjadi Selasa malam (26/2), sekitar pukul 21.00 Wita. Waktu itu ada puluhan orang yang berada di dalam lubang galian tambang. Tambang liar tersebut berada di dekat area penambangan PT JRBM. Para penambang liar mengambil material olahan emas dengan cara manual.
Mereka menggunakan linggis untuk menggali dinding lubang. Diduga, hal itulah yang membuat dinding tambang ambruk. Kayu penahan dinding tak mampu menahan beban tanah. Batu dan tanah dinding akhirnya menimpa para penambang.
Jail Makalalag, warga Kabupaten Boltim yang membantu evakuasi, mengatakan, dari dalam lubang galian tambang terdengar suara teriakan minta tolong. Para korban juga berteriak meminta makanan dan minuman. "Akhirnya warga datang memberi makan dengan menggunakan tali. Makanannya dimasukkan tas, lalu diikat dengan tali, kemudian tas diturunkan menggunakan tali ke dalam lubang," ujarnya kepada Manado Post.
Rustam Golonggom, 28, penambang yang selamat, menceritakan bahwa insiden tersebut terjadi sangat tiba-tiba. Warga Desa Tuduaog itu mengatakan, lubang pengambilan batuan emas tiba-tiba ambruk begitu saja. "Pekerja yang masih berada di dalam lubang galian emas sekitar 50 orang. Mereka terjebak," ungkapnya kepada petugas Polsek Lolayan.
Kepala Seksi Tanggap Darurat BPBD Bolmong Abdul Muin Paputungan menduga masih ada lebih dari 60 orang yang terjebak di dalam lubang galian tambang. "Tiang dan papan penyangga lubang patah karena kondisi tanah labil dan banyaknya lubang galian," ungkapnya seperti dilaporkan Manado Post.
BPBD berkoordinasi dengan Basarnas Pos SAR Kotamobagu, Polsek Lolayan, dan Koramil Lolayan untuk mengevakuasi korban. "Evakuasi harus ekstrahati-hati. Sebab, banyak bebatuan dan retakan yang rawan longsor."
Muin menambahkan, pencarian tetap dilakukan secara manual. Sebab, akses menuju lokasi tidak memungkinkan untuk dilalui alat berat. "Kondisi lapangan curam dan berbatu," ungkapnya.
Sementara itu, Bupati Bolmong Yasti Mokoagow kemarin ikut memantau proses evakuasi. Berdasar laporan terakhir yang dia terima, korban meninggal karena tertimpa reruntuhan bebatuan sebanyak delapan orang. "Yang selamat sampai sekarang ada 19 orang. Mereka mengalami luka berat dan ringan," ucap Yasti.
Yasti menjelaskan, tim di lapangan akan memprioritaskan evakuasi korban yang masih hidup. "Di dalam (lubang tambang, Red) kami perkirakan masih banyak," ujarnya.
Karena penambangan itu masuk kategori PETI, tambah Yasti, pemkab tidak punya data pasti berapa jumlah penambang. Acuan pemkab hanya pengakuan para korban yang selamat. "Itu pun simpang siur. Ada yang menyampaikan lebih dari 100 orang. Ada juga yang bilang 80-an," ucapnya.
Yasti juga menyayangkan masih adanya PETI di Bolmong. "Ini memang tugas pemerintah. Sayangnya, urusan PETI itu bukan kewenangan Pemkab Bolmong, tapi Pemerintah Provinsi Sulut," lanjutnya. Dia juga mengatakan, para penambang tidak hanya berasal dari Bolmong. "Ada juga yang berasal dari Bolsel dan Kotamobagu," bebernya.
Dari Jakarta, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho menerangkan, evakuasi dilakukan petugas gabungan dari berbagai unsur. Baik TNI, Polri, BNPB, BPBD, Basarnas, maupun instansi lain. Korps Marinir turut mengirimkan tambahan tenaga untuk membantu evakuasi korban. Satu satuan setingkat peleton dikirim ke lokasi longsor oleh Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan VIII Bitung.
Menurut Komandan Batalyon Marinir Pertahanan VIII Bitung Letkol Mar Nandang Permana Jaya, lokasi longsor merupakan area penambangan ilegal yang selama ini dikelola masyarakat. Untuk memudahkan proses evakuasi, aparat gabungan akan bahu-membahu bersama masyarakat setempat.

5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
11 Tempat Berburu Sarapan Bubur Ayam Paling Enak di Bandung, Layak Masuk Daftar Wisata Kuliner!
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Kuliner Nasi Goreng Paling Enak di Bandung, Tiap Hari Pelanggan Rela Antre Demi Menikmati Kelezatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
