
Potongan video sekelompok orang tenteng pistol kerumuni Satpam di Kota Medan.
JawaPos.com - Sebuah video kembali viral di media sosial. Sekelompok orang yang menenteng pistol, mengerumuni seorang anggota Satuan Pengamanan (Satpam). Dalam video itu, ada sekitar lima orang berbadan besar yang memarahi dan menarik-narik badan Satpam.
Belum diketahui apa penyebab sehingga satpam sampai ditemui orang-orang yang menenteng pistol. Video itu juga memperlihatkan terjadi adu mulut antara mereka. Seseorang di antara mereka pun telihat menenteng sebuah benda yang diduga klewang atau pedang.
Ketegangan sempat mereda setelah mereka meninggalkan Satpam. Seorang ibu-ibu yang masih mengenakan mukena sempat mencoba menenangkan suasana. Namun seseorang yang mengenakan baju oranye dan helm malah kembali mendatangi Satpam. Dia sambil menenteng benda diduga klewang.
"Masa sekuriti bawa-bawa seperti ini. Pantas nggak," ujar lelaki berbaju hitam sambil menunjuk ke benda yang ditenteng laki-laki berbaju oranye.
Lantas mereka kemudian meninggalkan Satpam. Setelah kondisi mereda, tiba-tiba Satpam kembali mendatangi mereka. Cekcok mulut kembali terjadi. Diduga, sang satpam tidak terima jika benda itu dibawa.
Warga lainnya yang menonton kejadian itupun sempat meyoraki mereka karena membawa benda tersebut. "Woi, klewangnya. Punya pos itu," terdengar suara teriakan warga.
Keributan pun semakin menjadi. Tiba-tiba terdengar suara letusan dari jarak yang cukup dekat. Warga kemudian terlihat mendekati para lelaki tersebut. Namun tidak diketahui akhir dari kejadian itu. Karena video sudah lebih dulu berakhir.
Wakapolrestabes Medan AKBP Tatan Dirsan Atmaja melalui keterangan tertulisnya membenarkan kejadian itu. Dia menjelaskan, para lelaki yang menenteng pistol itu adalah anggota dari Mabes Polri. "Mereka sedang menjalankan tugas pemetaan dengan sasaran bandar narkoba," kata Tatan, Jumat (27/4).
Tatan pun menjelaskan kronologi lengkap kejadian itu. Cekcok Satpam dengan petugas disebutkan terjadi pada Kamis (26/4) kemarin. Lokasinya di Jalan Kasuari, Kota Medan. Sekitar pukul 15.30 WIB, tim sedang melakukan pemindahan perlengkapan operasi dari satu mobil ke mobil yang lainnya.
"Tiba-tiba Satpam menegur mereka karena dianggap parkirnya mengganggu. Satpam berinisial FR tidak tahu bahwa yang ditegurnya dalah petugas dari Mabes Polri. Dia meminta mereka memindahkan mobil. Jadi ada miskomunikasi saja" terang Mantan Kapolres Asahan tersebut.
Merasa tidak terima, Satpam kemudian berlari ke pos dan mengambil klewang. Para petugas kemudian mengeluarkan senjata api untuk menjaga diri. "Situasi dapat dikendalikan dan petugas Satpam menyerahkan kelewang yang dipegangnya," kata Tatan.
Soal suara letusan itu juga dibenarkan Tatan. Petugas melepaskan tembakan ke udara sebelum meninggalkan tempat tersebut. Mereka meninggalkan lokasi untuk menghindari kerumunan massa yang semakin banyak. "Saya sebagai Wakapolrestabes Medan minta maaf atas insiden tersebut, pastinya tim mabes sedang menjalan tugas mengejar TO Narkoba," tandasnya.
Klewang itu juga sudah diserahkan ke Polrestabes Medan. Sedangkan FR dikabarkan tidak ditahan polisi.

Prediksi Skor Afrika Selatan vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Penentu Les Rouges Lolos 16 Besar
Prediksi Skor Brasil vs Jepang di Piala Dunia 2026: Kans Selecao Lolos 16 Besar Lewat Adu Penalti
Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris PT Krakatau Posco, Netizen: Muak Sekali
Prediksi Skor Jerman vs Paraguay di Piala Dunia 2026: Der Panzer Bisa Amankan Tiket 16 Besar dalam 90 Menit
Prediksi Skor Belanda vs Maroko di Piala Dunia 2026: Oranje Dijagokan Menang Tipis Kontra Singa Atlas
Prediksi Skor Aljazair vs Austria di Piala Dunia 2026: Tiket 32 Besar Dipertaruhkan, Duel Sengit Berpotensi Imbang
Sejarah! Indonesia Juara AVC Men's Cup 2026 Hancurkan Korea Selatan 3-0
Pakai Tas Mewah, Tiga Pengasuh Anak-anak Raffi Ahmad-Nagita Slavina Sedang Asik Liburan Jadi Sorotan
Prediksi Susunan Pemain Timnas Brasil vs Jepang di 32 Besar Piala Dunia 2026: Marquinhos Akui Samurai Biru Sedang Percaya Diri
Start P7 di Sirkuit Assen! Veda Ega Pratama Bongkar Penyebab Crash di Practice Moto3 Belanda 2026
