Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 27 Maret 2019 | 21.00 WIB

Kriminalitas di Daerah Pinggiran Semakin Mengkhawatirkan

Ilustrasi - Image

Ilustrasi

JawaPos.com - Pertumbuhan kota yang semakin pesat membuat masyarakatnya bergeser ke daerah pinggiran. Di balik pertumbuhan itu, pelaku kejahatan pun mencari "peluang" baru. Ironisnya, dalam mengatasi masalah ini kerap sekali aparat kepolisian kurang siap menghadapinya.

Kriminolog Universitas Indonesia Achmad Hisyam menyebut saat ini upaya pencegahan terhadap tindak kejahatan semakin baik. Mulai semakin rutin dalam patroli, melibatkan masyarakat sebagai pihak pengamanan setempat, dan perlengkapan untuk mencegah itu pun semakin baik.

"Sayangnya itu hanya terdapat di pusat kota, seperti Jakarta. Sebaliknya di daerah pinggiran tidak demikian," ujar Achmad Hisyam kepada JawaPos.com, Rabu (27/3).

Kini di daerah pinggir mulai terjadi pertumbuhan masyarakat. Di sana muncul juga slump area. Daerah ini biasanya kerap menjadi tempat berkumpulnya para pelaku street crime, seperti copet, maling, pelaku curanmor (pencurian kendraan bermotor), dan sebagainya.

Mereka mengincar dari pinggiran karena kawasan itu tingkat keamanannya tidak seketat di pusat kota seperti Jakarta. Penduduknya belum saling peduli, aparat pemerintah tidak begitu aktif mengakomodasi warga agar meningkatkan kewaspadaan. Hal itu tentu membuat keamanan di daerah pinggiran semakin mengkhawatirkan. "Kemampuan polisi juga demikian. Mereka tidak mampu melakukan patroli seperti di wilayah pusat (Jakarta, red)," sebutnya.

Umumnya daerah pinggir yang menjadi rawan kriminalitas itu seperti Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, Kota Bogor, Kabupten Bogor, Depok, dan Tangerang Raya. Kondisi kekuatan kepolisian di wilayah itu, sebut Hisyam, tidak sebaik di Jakarta.

"Kalau yang lumayan baik di Depok. Di sana ada tim Jaguar yang selalu melakukan patroli tengah malam," ujarnya.

Sementara di daerah lain seperti di Kabupaten Bekasi dan Kabupten Bogor belum polisinya sesiap itu. Jumlah personelnya tidak sebanding dengan luas wilayah yang mereka jaga. Kondisi seperti ini membutuhkan sinergitas antara kepolisian dan pemerintah daerah dalam menjaga masyarakatnya.

Sebagai contoh kerawanan kriminalitas di wilayah pinggir Jakarta yakni di Kabupaten Bogor. Sebagian wilayah itu bersebelahan dengan Kabupaten Tangerang. Beberapa waktu lalu baru saja terjadi pencurian kendaraan bermotor di sebuah kompleks perumahan. Tepatnya di Perumnas Parungpanjang. Kejadian itu berlangsung pada pagi hari, sekitar pukul 07.50. Seorang warga menjadi korban.

Aksi itu berlangsung kondisi permukiman sedang sepi. Umumnya warga setempat sudah berada di luar rumah atau ke tempat kerja. Kondisi sepi pun menjadi peluang bagi pelaku kejahatan.

Sayangnya respons kepolisian tidak secepat yang diharapkan korban. Meski korban sudah melapor ke polsek setempat namun upaya penindakan hanya sebatas meminta keterangan. Belum bisa meraba kemana pelaku itu kabur.

"Suami saya sudah melapor setelah kejadian, polisinya baru datang dua jam kemudian. Itu pun dijemput oleh suami saya untuk segera dilakukan olah TKP. Hasil dari pemeriksaan itu tidak jelas," ujar Nufi, korban curanmor.

Dikutip dari Radar Bogor (Jawa Pos Group), tindak kejahatan lainnya di Bogor yakni dialami SMK Mutiara Insani Cibinong, pada Jumat (22/3). Tiga unit laptop dan satu unit infocus yang dipersiapkan untuk pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) raib digondol maling. Diduga kejadian berlangsung pada pukul 02.00. Sementara pelaksanaan UNBK mulai berjalan pada Senin (25/3).

Di tempat lain, Kapolsek Parungpanjang Kompol Nurahim mengaku akan berusaha menindaklanjuti kejadian yang dialami warga. Dia mengaku, pada Selasa (26/3) saja terdapat dua laporan curanmor. Semua itu akan diupayakan.

Menurutnya, tindak kejahatan dapat dapat diminimalisasi jika ada peran serta masyarakat untuk lebih waspada dan meningkatkan keamanan di wilayah masing-masing.

"Menjelang pemilu ini potensi kejahatan semakin meningkat, kami saat ini memang memberi perhatian lebih. Tapi kami butuh bantuan informasi dari warga juga," ujarnya.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore