
Ilustrasi
JawaPos.com - Pertumbuhan kota yang semakin pesat membuat masyarakatnya bergeser ke daerah pinggiran. Di balik pertumbuhan itu, pelaku kejahatan pun mencari "peluang" baru. Ironisnya, dalam mengatasi masalah ini kerap sekali aparat kepolisian kurang siap menghadapinya.
Kriminolog Universitas Indonesia Achmad Hisyam menyebut saat ini upaya pencegahan terhadap tindak kejahatan semakin baik. Mulai semakin rutin dalam patroli, melibatkan masyarakat sebagai pihak pengamanan setempat, dan perlengkapan untuk mencegah itu pun semakin baik.
"Sayangnya itu hanya terdapat di pusat kota, seperti Jakarta. Sebaliknya di daerah pinggiran tidak demikian," ujar Achmad Hisyam kepada JawaPos.com, Rabu (27/3).
Kini di daerah pinggir mulai terjadi pertumbuhan masyarakat. Di sana muncul juga slump area. Daerah ini biasanya kerap menjadi tempat berkumpulnya para pelaku street crime, seperti copet, maling, pelaku curanmor (pencurian kendraan bermotor), dan sebagainya.
Mereka mengincar dari pinggiran karena kawasan itu tingkat keamanannya tidak seketat di pusat kota seperti Jakarta. Penduduknya belum saling peduli, aparat pemerintah tidak begitu aktif mengakomodasi warga agar meningkatkan kewaspadaan. Hal itu tentu membuat keamanan di daerah pinggiran semakin mengkhawatirkan. "Kemampuan polisi juga demikian. Mereka tidak mampu melakukan patroli seperti di wilayah pusat (Jakarta, red)," sebutnya.
Umumnya daerah pinggir yang menjadi rawan kriminalitas itu seperti Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, Kota Bogor, Kabupten Bogor, Depok, dan Tangerang Raya. Kondisi kekuatan kepolisian di wilayah itu, sebut Hisyam, tidak sebaik di Jakarta.
"Kalau yang lumayan baik di Depok. Di sana ada tim Jaguar yang selalu melakukan patroli tengah malam," ujarnya.
Sementara di daerah lain seperti di Kabupaten Bekasi dan Kabupten Bogor belum polisinya sesiap itu. Jumlah personelnya tidak sebanding dengan luas wilayah yang mereka jaga. Kondisi seperti ini membutuhkan sinergitas antara kepolisian dan pemerintah daerah dalam menjaga masyarakatnya.
Sebagai contoh kerawanan kriminalitas di wilayah pinggir Jakarta yakni di Kabupaten Bogor. Sebagian wilayah itu bersebelahan dengan Kabupaten Tangerang. Beberapa waktu lalu baru saja terjadi pencurian kendaraan bermotor di sebuah kompleks perumahan. Tepatnya di Perumnas Parungpanjang. Kejadian itu berlangsung pada pagi hari, sekitar pukul 07.50. Seorang warga menjadi korban.
Aksi itu berlangsung kondisi permukiman sedang sepi. Umumnya warga setempat sudah berada di luar rumah atau ke tempat kerja. Kondisi sepi pun menjadi peluang bagi pelaku kejahatan.
Sayangnya respons kepolisian tidak secepat yang diharapkan korban. Meski korban sudah melapor ke polsek setempat namun upaya penindakan hanya sebatas meminta keterangan. Belum bisa meraba kemana pelaku itu kabur.
"Suami saya sudah melapor setelah kejadian, polisinya baru datang dua jam kemudian. Itu pun dijemput oleh suami saya untuk segera dilakukan olah TKP. Hasil dari pemeriksaan itu tidak jelas," ujar Nufi, korban curanmor.
Dikutip dari Radar Bogor (Jawa Pos Group), tindak kejahatan lainnya di Bogor yakni dialami SMK Mutiara Insani Cibinong, pada Jumat (22/3). Tiga unit laptop dan satu unit infocus yang dipersiapkan untuk pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) raib digondol maling. Diduga kejadian berlangsung pada pukul 02.00. Sementara pelaksanaan UNBK mulai berjalan pada Senin (25/3).
Di tempat lain, Kapolsek Parungpanjang Kompol Nurahim mengaku akan berusaha menindaklanjuti kejadian yang dialami warga. Dia mengaku, pada Selasa (26/3) saja terdapat dua laporan curanmor. Semua itu akan diupayakan.
Menurutnya, tindak kejahatan dapat dapat diminimalisasi jika ada peran serta masyarakat untuk lebih waspada dan meningkatkan keamanan di wilayah masing-masing.
"Menjelang pemilu ini potensi kejahatan semakin meningkat, kami saat ini memang memberi perhatian lebih. Tapi kami butuh bantuan informasi dari warga juga," ujarnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Bali United FC vs Sabah FC di Dewata Challenge Series 2026: Serdadu Tridatu Berpesta!
Pegawai Diskominfo Kukar Bakar Kantor Usai Wajah Dijadikan Stiker WA
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Eks Dewas KPK Albertina Ho Tak Lolos Seleksi CHA di KY, TII Bandingkan dengan Politikus Golkar Ini
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
3 Fakta Gonzalo Ritacco, Pemain Incaran Persebaya Surabaya yang Pernah Lawan Son Heung-min
HUT ke-81 RI, Naik Suroboyo Bus dan Wira Wiri Cuma Rp81, Berlaku Sepekan
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Everton vs Newcastle di Stadion Scottish Gas Murrayfield
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
