
Sebuah desa di Gunungkidul bernama Ngloro ini terdapat lebih dari 70 unit Joglo yang masih lestari.
JawaPos.com - Warga di Desa Ngloro, Kecamatan Saptosari, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) ingin membuat sebuah wisata minat khusus berupa perkampungan rumah adat Joglo.
Selain dirasa mampu menggeliatkan perekonomian warga, hal tersebut sekaligus sebagai upaya untuk melestarikan bangunan cagar budaya agar nantinya masih dapat dinikmati oleh generasi selanjutnya.
Kepala Bidang (Kabid) Kemasyarakatan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Ngloro, Kecamatan Saptosari, Agung Nugroho mengatakan, keinginan tersebut sudah pernah disampaikannya ke dalam suatu forum desa. Namun hingga kini belum ada responnya dari seluruh elemen.
"Kalau pantai kan masih agak jauh. Kami tidak punya pantai, tapi rumah adat Jawa masih ada banyak yang melestarikannya sampai sekarang," katanya, ditemui Minggu (25/3).
Terlebih sampai saat ini dirinya belum pernah menemukan sebuah desa yang memiliki lebih dari 70-an rumah Joglo. Apalagi bangunan cagar budaya di kampungnya ini mayoritas sudah mendapat pengakuan dari instansi terkait dengan banyaknya yang menerima piagam penghargaan pelestari.
Ia juga berharap, pihak pemerintah daerah khususnya Jogjakarta dapat memberikan perhatian yang lebih. Yang mempunyai dana keistimewaan yang bisa digunakan untuk peningkatan-peningkatan kesejahteraan rakyatnya.
Diangkatnya potensi berupa rumah adat Joglo ini, menurutnya juga untuk mencegah jual-beli yang selama ini terjadi. Menurutnya bangunan cagar budaya di wilayahnya semakin berkurang karena tekanan ekonomi.
Banyak rumah adat Joglo yang dijual oleh pemiliknya, baik untuk biaya sekolah maupun mencari kerja. Peminatnya pun cukup banyak, meski harga bisa mencapai di atas Rp 250 juta.
Dikatakannya, pada tahun 2000-an silam, rumah Joglo di wilayahnya ada sekitar 100-an unit. Namun saat ini tinggal sekitar 70-an unit saja.
Untuk diketahui, rumah adat Joglo di desa ini masih banyak yang modelnya klasik. Bangunan, furniture dari bahan kayu. Lantainya pun berupa tegel atau batu putih, yang sesuai dengan keasliannya.
"Kayunya kayu jati, dan ukuran saka gurunya ada macam-macam," ucapnya, yang juga tinggal di rumah Joglo ini

Prediksi Skor Kolombia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Misi Los Cafeteros Lolos 16 Besar, Siap Kirim Pulang Wakil Afrika
Prediksi Skor Australia vs Mesir di 32 Besar Piala Dunia 2026: The Pharaohs Menang Tipis Lewat Duel Sengit
Prediksi Skor Kanada vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Lebih Diunggulkan, Mampukah Les Rouges Balas Dendam?
Prediksi Skor Paraguay vs Prancis di 16 Besar Piala Dunia 2026: Ujian Konsistensi si Biru
Penjelasan Gol Offside Kroasia ke Gawang Portugal! Keputusan Kontroversial di 32 Besar Piala Dunia 2026
Brasil vs Norwegia: Memori 1994 dan 1998, Misi Balas Dendam Generasi Emas Erling Haaland di Piala Dunia 2026
Kisah Renato Veiga, Bek Timnas Portugal yang Tumbuh di Maroko hingga Memilih Memeluk Agama Islam
Prediksi Skor Australia vs Mesir: Bursa Taruhan Unggulkan The Pharaohs, Opta Hanya Jagokan Socceroos 46 Persen
Prediksi Skor Argentina vs Tanjung Verde: Bursa Taruhan Jagokan Albiceleste, Opta Beri Peluang Menang Lebih dari 80 Persen
Prediksi Skor Australia vs Mesir di Piala Dunia 2026: Menanti Kejutan Satu-satunya Wakil Asia
