JawaPos Radar

Pengangguran di Malang Tertinggi di Jatim, Sutiaji: Ini PR Besar

24/09/2018, 22:11 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Lowongan Pekerjaan
ILUSTRASI: Para pelamar kerja memanfaatkan peluang mencari pekerjaan di event bursa kerja di Surabaya, beberapa waktu lalu. (Wahyudin/Jawa Pos)
Share this image

JawaPos.com - Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kota Malang tercatat paling tinggi di Jawa Timur. Melihat hal itu, Wali Kota Malang, Sutiaji akan mengatasi masalah tersebut salah satunya dengan ekonomi kreatif yang saat ini sudah berkembang.

Sebelumnya, Sutiaji mendapat pesan dari Gubernur Jawa Timur (Jatim), Soekarwo pada saat pelantikan di Gedung Grahadi, Surabaya, Senin (24/9). Soekarwo menyampaikan, yang juga menjadi pekerjaan rumah bagi Sutiaji yakni peningkatan program-program keterampilan dan pelatihan bagi masyarakat Kota Malang. Pasalnya, lanjut dia, berdasarkan data yang ada, TPT Kota Malang di nilai paling tinggi dari Kabupaten/Kota lainnya di Jawa Timur.

Menanggapi hal itu, Sutiaji mengatakan jika TPT yang tinggi itu dikarenakan banyaknya mahasiswa yang sudah lulus namun tidak segera pulang atau masih bertahan di Kota Malang. "Ini juga PR besar, satu pengangguran terbuka, kedua gini rasio tinggi. Pertumbuhan ekonomi kita bagus, angka kemiskinan diturunkan. Tapi laju pertumbuhan ekonomi baru dinikmati orang-orang tingkat atas, belum untuk ke bawah," ujarnya.

Untuk masalah pengangguran, lanjut Sutiaji, pihaknya akan mengatasinya dengan ekonomi kreatif. "Kami akan bangun, karena pengangguran terbuka di setting menengah ke atas, kami lakukan dengan ekonomi kreatif nanti. Kami akan bangun rumah kreatif, (saat ini) ada MCF (Malang Creative Fusion) sudah besar, sudah dijalankan," jelasnya.

Selanjutnya untuk permasalahan gini rasio, pihaknya akan memulai dengan menaikkan kelas dari usaha mikro ke usaha kelas menengah. "(dimulai) dari UMKMnya. Mikronya ini ada 200 ribu, tapi masih berjalan di tempat. Harapannya dari mikro ke kecil punya standart jelas, time line jelas. Sehingga bisa naik ke usaha menengah," pungkasnya.

(fis/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up