
ILUSTRASI. Kasus asusila di Kutai Barat (Kubar), Kalimantan Timur sudah dikategorikan mengkhawatirkan. Ada lima kasus selama 2018.
JawaPos.com - Kasus asusila di Kutai Barat (Kubar), Kalimantan Timur sudah dikategorikan mengkhawatirkan. Ada lima kasus selama 2018.
Hingga Februari 2019 sudah ada dua kasus. Terakhir kasus pemerkosaan pelajar kelas dua SMP di Melak, pelakunya masih bergentayangan.
"Kasus ini harus segera dituntaskan. Sebab, pelaku pemerkosaan jika belum tertangkap akan mengancam bahkan menjadi preseden buruk. Di samping akan memunculkan pelaku baru dan korban baru," kata Luciana Ipin, ketua Tim Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak Pelangi Kasih Kubar, dikutip dari Kaltim Post (Jawa Pos Group), Minggu (24/2).
Ipin yang juga Ketua Komisi II DPRD Kubar mengingatkan orangtua. Bahkan anak remaja saat ini. Bisa saja meningkatnya pelaku asusila akibat bebasnya remaja putri.
Akhir-akhir ini banyak remaja yang demam media sosial. Selain itu, kerap berbusana yang kurang baik. Kondisi inilah yang disebut bisa memancing kaum laki-laki.
Para orang tua juga diharapkan memiliki peran yang sangat penting. Agar bisa menjaga putra dan putrinya.
Jangan berkeliaran pada waktu malam dengan bebas. Demikian juga media sosial harus dibatasi dan diawasi.
"Jika hal ini dapat dilakukan dengan baik, maka dapat menekan tindakan asusila," katanya.
Untuk diketahui, Aripin, 45, nama panggilan Ipin Naga, pelaku pemerkosaan remaja di bawah umur di Kelurahan Melak Ilir, Kecamatan Melak, belum tertangkap. Hingga Jumat (kemarin), sudah lima hari kasus ini berlalu.
Kejadiannya Minggu (17/2) sekitar pukul 19.30 Wita di Jalan Pariwisata, sekitar 400 meter dari Kantor Lurah Melak Ilir.
Korbannya Bunga, 16, bukan nama sebenarnya. Setelah kejadian korban yang masih duduk di kelas dua SMP Melak itu masih trauma.
"Anak saya masih mengurung diri. Bahkan tidak mau ke sekolah lagi. Dengar suara sepeda motor melintas saja, badannya langsung panas dingin," tutur ibu korban, kemarin.
Dia pun berencana mengurus kepindahan sekolah anaknya. Namun, upaya ini belum dilakukan karena melihat perkembangan putrinya yang kerap murung. Apalagi kondisi kesehatannya pun kian memprihatinkan.
"Masih ada pendarahan," ungkapnya.
Leher dan badan korban juga masih sakit. Sejumlah warga Kubar berharap, pihak kepolisian segera menangkap pelakunya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Soal Penolakan Pembangunan Gereja di Citraland, Wali Kota Eri: Tidak Sesuai Site Plan
Prediksi Skor Singapura vs Thailand: Ilhan Fandi Jadi Ancaman, Tuan Rumah Bisa Bikin Kejutan
Prediksi Skor Sabah FC vs Persib Bandung: Pangeran Biru Bidik Puncak Dewata Challenge Series 2026
Prediksi Skor Malaysia vs Vietnam: Superkomputer Jagokan The Golden Star Warriors
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kasus Penjahit Rasis Bali Kembali Diperbincangkan, Diduga Ada Intimidasi Saat Audiensi
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Pembangunan Gereja di Citraland Surabaya Ditolak Warga, Ternyata karena salah soal Perizinannya
Jadwal Siaran Langsung Sabah FC vs Persib Bandung di Dewata Challenge Series 2026: Live di Indosiar
5 Weton Aras Kembang yang Bisa Memikat Lawan Jenis karena Kharismatik danMempesona Menurut Primbon Jawa
