Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 23 Maret 2019 | 00.20 WIB

Izin Kampanye Jokowi di Jogja Bermasalah, Bawaslu Surati Panitia

PERSIAPAN ACARA: Suasana Stadion Kridosono Jogja untuk kampanye Jokowi Sabtu (23/3). - Image

PERSIAPAN ACARA: Suasana Stadion Kridosono Jogja untuk kampanye Jokowi Sabtu (23/3).

JawaPos.com - Sehari sebelum Capres nomor urut 01 Joko Widodo hadir dalam acara kampanye di Stadion Kridosono Jogjakarta, panitia acara mendapatkan surat dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ). Dalam surat itu berisi tentang larangan pelaksanaan kampanye.


Ketua Bawaslu DIJ, Bagus Sarwono mengatakan, surat larangan kampanye yang ditujukan ke Alumni Jogja SATUkan Indonesia itu memang dari pihaknya. "Itu benar. Itu kan terkait rencana kegiatan besok dari relawan untuk mendukung (Capres) 01," katanya, saat dihubungi Jumat (22/3) sore.


Pihaknya mempermasalahkan kegiatan kampanye itu lantaran izin yang mengurusnya bukan dari tim pelaksana kampanye, baik pusat maupun daerah. Padahal menurutnya aturan dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) cukup jelas.


"Yang melaksanakan (mengurus izin) kampanye itu orang yang terdaftar di tim kampanye, baik tingkat pusat maupun daerah," tegasnya.


Ia mengatakan, kegiatan relawan boleh saja dilaksanakan. Dukungannya atau penyampaian aspirasi juga diperbolehkan. Namun dengan catatan tidak ada kampanye, tidak boleh ada citra diri, maupun atribut gambar serta nomor urut. "(Penyampaian aspirasi) seperti gerakan ganti Presiden itu boleh," katanya.


Jika tetap ingin melakukan kegiatan kampanye, maka pihaknya meminta agar ada pembaharuan surat izin. Surat yang dikirim ke kepolisian dan ditembuskan ke KPU serta Bawaslu DIJ. "Yang mengajukan (suratnya) dari TKN (Tim Kampanye Nasional) atau TKD (Tim Kampanye Daerah)," ucapnya.


Sementara, Ketua Panitia Alumni Jogja SATUkan Indonesia, Ajar Budi Kuncoro saat dikonfirmasi mengatakan, surat dari Bawaslu DIJ baru diterimanya. "Surat asli baru kami terima beberapa jam lalu. Kami akan mengajukan proses izin lewat TKD. Kami kolaborasi TKD dan alumni," katanya.


Meski waktu yang cukup singkat, ia meyakini izin dapat terselesaikan. Pihaknya juga telah berkonsultasi dengan TKD, Bawaslu, maupun kepolisian. "Optimislah, suratnya baru datang tadi. Ini kan untuk kebaikan bangsa, ora nggo nakal-nakalan (tidak untuk kegiatan nakal)," ucapnya.


Sebelumnya, sebuah komunitas bernama Alumni Jogja SATUkan Indonesia menggelar deklarasi dukungan untuk pasangan Capres nomor urut 01, Jokowi-Ma'ruf pada Sabtu (23/3) di Stadion Kridosono, Kota Jogjakarta, Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ). Selain dimeriahkan oleh beberapa artis dan seniman, Capres Joko Widodo juga direncanakan akan hadir.


Artis dan seniman yang akan hadir di antaranya God bless, NDX. Selain itu juga ada flashmob Juki Kill the DJ, orkestra gamelan Djaduk Ferianto. Sebelum acara puncak berupa pidato Presiden Jokowi, nantinya akan disampaikan deklarasi dukungan dari aktor Slamet Raharjo, Butet Kartarajasa dan didampingi oleh santriwati pemilih pemula.

Editor: Sari Hardiyanto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore