
Photo
JawaPos.com - Perayaan Natal bagi umat Kristiani di Jorong Kampung Baru, Nagari Sikabau, Kecamatan Pulau Punjung, Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, disebut terjadi pelarangan. Bahkan larangan disinyalir berlangsung sejak 2017. Wali Nagari Sikabau Abdul Razak angkat bicara atas tudingan tersebut. Berikut petikan wawancaranya dengan wartawan JawaPos.com Ilham Safutra, Jumat (20/12).
Bisa Anda ceritakan bagaimana situasi sebenarnya di Jorong Kampung Baru?
Kami bingung kenapa ada pembicaraan larangan natal di wilayah kami. Selama ini kami rukun-rukun saja. Selama ini tidak ada masalah dengan Natal bagi saudara kami yang Kristiani. Mereka dapat menjalani ibadahnya seperti biasa. Baik ibadah kebaktian mingguan atau Natal. Di Jorong Kampung Baru kami hidup damai dan rukun.
Di mana mereka melangsungkan kebaktian itu?
Selama ini mereka menjalani kebaktian di rumah masing-masing. Alasannya, tidak ada gereja di sini (Jorong Kampung Baru, red). Mereka juga beribadah secara berjemaah di salah satu rumah milik warga. Itu pun kami jamin tidak ada larangan. Tidak ada gangguan.
Informasinya tidak boleh berjemaah dan didatangi orang luar, maksudnya bagaimana?
Siapa yang melarang mereka ibadah berjemaah? Silakan dicek. Hanya saja, kalau mereka (umat Kristiani) mau acara lebih meriah, silakan beribadah di tempat yang resmi. Bahkan Pemkab Dharmasraya memfasilitasi mereka.
Informasinya ada larangan Natal sejak 2017?
Kami tidak pernah melarang merayakan Natal. Hanya saja ketika itu diberikan surat pemberitahuan soal akan menggelar Natal. Lantas kami balas surat pemberitahuan tersebut dengan menyatakan, agar mengikuti ketentuan dan aturan yang berlaku kalau menggelar Natal secara besar-besaran.
Dulu ada kepakatan antara warga, baik dari umat Kristiani, Niniak Mamak, wali nagari, dan aparat keamanan, warga dapat menjalani ibadah kebaktian di rumah masing-masing. Itu dijamin. Kalau mau berjemaah yang melibatkan banyak jemaat, silakan melakukan di tempat resmi. Bahkan Pemkab Dharmasraya sudah memfasilitasi.
Informasi untuk perayaan Natal tahun ini juga tidak boleh?
Saya tegaskan lagi, tidak ada larangan bagi mereka yang merayakan Natal. Pak Bupati (Sutan Riska Tuan Kerajaan) pun sudah menegaskan tidak ada larangan merayakan Natal. Pak Bupati pun sudah memfasilitasi mereka untuk Ibadah Natal di tempat yang besar dan di tempat resmi.
Kenapa tidak boleh merakayan Natal secara berjemaah di Jorong Kampung Baru atau Nagari Sikabau?
Bukan tidak boleh. Hanya saja di Jorong Kampung Baru tidak ada gereja. Kalau mereka mau merayakan ke tempat lebih besar lebih baik di tempat resmi. Itu difasilitasi, malah. Di Jorong Kampung Baru hanya ada rumah ibadah dari rumah milik warga umat Kristiani tersebut. Itu tidak memadai menampung lebih banyak jemaatnya. Lebih baik ditempat resmi. Kalau pun mereka kebaktian Natal di sini (Jorong Kampung Baru) lebih banyak diikuti oleh jemaat dari wilayah luar Nagari Sikabau, Pulau Punjung, atau Dharmasraya. Makanya kami sarankan ke tempat resmi.
Untuk kehidupan antarumat beragama di Nagari Sikabau, bagaimana?
Kehidupan di sini aman-aman saja. Kami hidup berdampingan. Baik antara masyarakat pribumi, warga dari Kristiani maupun nonkristiani. Saya sering berkomunikasi dengan adiknya Ibu Lubis (istri ketua Stasi Katolik Jorong Kampung Baru, red).
Jika memang rukun dan damai, kenapa kabar larangan Natal ini jadi ramai dibicarakan?
Kami heran kenapa bisa ramai soal Natal di Dharmasraya. Sementara kami di Nagari Sikabau atau Dharmasraya tenang-tenang saja. Kami curiga masalah larangan Natal ini dimunculkan oleh pihak-pihak tertentu untuk ditarik ke ranah politik. Ramainya masalah ini karena ada pihak ketiga yang bermain.
Harapan Anda situasi seperti ini bagaimana?
Kepada pihak-pihak yang di luar tolong jangan merusak tatanan kerukunan umat beragama di Sikabau atau Dharmasraya. Kami selama ini sudah damai. Jangan membuat opini yang menggiring bahwa ada interoleransi di sini. (*)
Untuk berita selanjutnya, baca penuturan dari Trisila Lubis, kakak dari ketua Stasi Katolik Jorong Kampung Baru.

Puluhan Orang Terjebak di AEON Mall Kumamoto Usai Gempa Dahsyat M7,1 Diikuti Ledakan
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Malik Bawazier Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Suami Cut Keke Diduga Tersangkut Kasus Perzinaan
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Prediksi Skor hingga Rekor Pertemuan Persebaya vs PSMS: Ayam Kinantan Lebih Unggul Atas Green Force
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026: Misi Green Force Raih 3 Poin Lagi!
Prediksi Skor Port FC vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Pembuktian Magis Shin Tae-yong!
