Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 21 Agustus 2021 | 14.23 WIB

Festival Adat Kerajaan Nusantara 2021 Digelar September

Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti (dua dari kiri) saat meninjau lokasi Festival Kerajaan Adat Nusantara bersama Sultan KSL Paduka Yang Mulia HRI Lukman Soemadisoeria di Keraton Sumedang Larang Kompleks Museum Prabu Geusan Ulun, Kabupaten Sumedang - Image

Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti (dua dari kiri) saat meninjau lokasi Festival Kerajaan Adat Nusantara bersama Sultan KSL Paduka Yang Mulia HRI Lukman Soemadisoeria di Keraton Sumedang Larang Kompleks Museum Prabu Geusan Ulun, Kabupaten Sumedang

JawaPos.com–Ketua DPD A.A. LaNyalla Mahmud Mattalitti melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Jumat (20/8). Ketua DPD meninjau lokasi yang disiapkan sebagai tempat penyelenggaraan Festival Adat Kerajaan Nusantara (FAKN) 2021 yang diselenggarakan pada September.

FAKN 2021 itu rencananya digelar di Keraton Sumedang Larang yang sekarang menjadi Museum Prabu Geusan Ulun di Regolwetan, Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang.

Kehadiran LaNyalla disambut Sultan atau Sri Radya Keraton Sumedang Larang (KSL) Paduka Yang Mulia HRI Lukman Soemadisoeria dan putra mahkota Rd Luky Djohari Soemawilaga beserta pengurus keraton lainnya. LaNyalla didampingi senator lainnya yaitu Fachrul Razi dari Aceh, Bustami Zainudin dari Lampung, Eni Sumarni dari Jawa Barat, Sekjen DPD Rahman Hadi, Sekjen Majelis Adat Kerajaan Nusantara Yani W.S. Koeswodidjoyo, dan Ketua Tim Pokja Kerajaan Nusantara Yurisman Star.

Menurut LaNyalla, eksistensi kerajaan-kerajaan di Indonesia harus terus dipelihara. Salah satu caranya dengan dihelatnya Festival Kerajaan Nusantara. ”Melalui kegiatan budaya tersebut para pemimpin kerajaan atau kesultanan di seluruh Indonesia bisa unjuk gigi dan menampilkan segala potensinya,” kata LaNyalla seperti dilansir dari Antara.

FAKN adalah agenda tahunan yang diikuti hampir seluruh kerajaan atau keraton yang masih eksis di Indonesia. Kerajaan-kerajaan yang berpartisipasi menampilkan pakaian adat, persenjataan, dan berbagai perangkat kerajaan lainnya, juga pameran budaya dan seni.

Dalam kunjungannya, LaNyalla diajak melihat koleksi-koleksi pusaka dan benda peninggalan dari zaman Kerajaan Pajajaran yang masih dirawat dengan baik oleh Keraton Sumedang Larang. Dia pun dibuat tertarik dengan koleksi keris yang diceritakan Sultan KSL, yakni dua buah Keris Nagasasra.

Selain Keris Nagasasra, LaNyalla juga tertarik dengan mahkota raja koleksi KSL. Mahkota itu merupakan peninggalan Kerajaan Pajajaran terbuat dari emas seberat 5 kg dan usianya lebih dari 500 tahun.

”Namanya Makuta Binokasih peninggalan Prabu Geusan Ulun yang merupakan penutup kepala raja dari emas dengan motif Batara Rama. Ini melambangkan keluhuran seorang raja agar memiliki sifat seperti Batara Rama,” kata Sultan KSL Lukman Soemadisoeria.

Senator asal Jawa Timur itu juga diajak berkeliling Kompleks Museum Geusan Ulun yang terdiri atas beberapa bangunan dan lahan kosong. Di antaranya Gedung Pusaka, Gedung Kereta, Gedung Gendeng, Gedung Gamelan, dan Gedung Bumi Kaler.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore