
ILUSTRASI: Mayat.
JawaPos.com - Narapidana Rutan Sialang Bungkuk Klas IIB Pekanbaru, Riau, tewas setelah tertusuk pisau di bagian perut. Kejadiannya akhir Juli lalu. Korban meninggal setelah seminggu kejadian.
Kepala Rutan Sialang Bungkuk Azhar membenarkan peristiwa itu. Adapun peristiwa terjadi di Blok B. Korban bernama Rizalman alias Zalman. Sedangkan pelaku bernama Tri Mayangsari.
"Iya, ada. Kejadiannya akhir bulan lalu. Korbannya meninggal 6 Agustus. Sudah kami laporkan ke Polsek Tenayan Raya. Tidak ada perkelahian di sini. Hanya ketidaksengajaan," kata Azhar kepada JawaPos.com, Selasa (21/8).
Menurut Azhar, kejadian bermula ketika korban dan pelaku sedang membuat bunga bonsai dari kertas koran. Untuk membuat kerajinan tangan tersebut memang menggunakan pisau cutter ukuran kecil sebagai pemotong kertas koran.
"Cutter dipakai napi (pelaku) untuk memotong kuku. Ada kawan sebelahnya (korban) habis makan. Mereka bercanda. Korban mau ambil barang di bawah kaki si pelaku. Korban memegang bahu pelaku. Pelaku refleks dan membalasnya. Tapi dia tidak sadar sedang memegang cutter," ungkapnya.
Setelah kejadian itu, petugas rutan langsung membawa korban yang tersangkut kasus curat itu ke RSUD Arifin Ahmad Pekanbaru. Korban bahkan sempat menjalani operasi kecil untuk menutup lukanya.
"Korban dibawa berobat ke RSUD. Di sana, satu minggu perawatan. Kami lapor keluarga dan polisi. Setelah habis operasi, korban meninggal," tutur Azhar.
Kasus ini langsung ditangani Polsek Tenayan Raya. Polisi telah meminta keterangan pelaku yang sebelumnya terlibat kasus curas. Selain itu, polisi juga meminta kesaksian dari rekan sekamar mereka.
"Kami sudah tanya kepada kawan sekamar. Tidak ada kelahi, tidak ada dendam. Bahkan sebelum kejadian korban dan pelaku makan dan salat bersama," sebutnya.
Atas kejadian itu, pihak keluarga mengaku sudah mengikhlaskan kepergian korban. Mereka tak ingin mempermasalahkan kejadian itu. "Keluarga korban di Sumbar, malah kasihan dengan pelaku. Mereka minta tidak usah dilaporkan ke polisi," beber Azhar.
Meski begitu, kejadian ini tetap diproses lebih lanjut oleh Polsek Tenayan Raya. Sebab pelaku telah menghilangkan nyawa orang lain meski tanpa disengaja.
"Walaupun ketidaksengajaan, tetap juga diperiksa. Sudah lama diperiksa. Polisi sudah ambil barang buktinya. Kemudian dilakukan rekontruksi juga," ucapnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Profil Herri Pras yang Kritik UAS dan UAH, Pendiri PSGI yang Ditantang Duel Atlet MMA
Prediksi Skor Rennes vs Olympiakos: Tuan Rumah Andalkan Kekuatan Bermain di Roazhon Park
Prediksi Skor PSV Eindhoven vs Club Brugge di Liga Champions: Blauw-Zwart Bidik Kemenangan Tandang
Upaya Restorasi 325 Hektare Hutan di TNGHS untuk Jaga Habitat Macan Tutul Jawa
Mahasiswa Trisakti Geruduk Kantor Setneg Siang Ini, Tagih Janji Pemerintah soal Tritura
Bonek Murka! Persebaya Dibantai Kendal Tornado, Uston Nawawi Gantikan Tavares?
Marco Bezzecchi Tuai Kritik Usai Kesalahan di Sepang Memperburuk Peluang Juara Dunia
8 Hal yang Dianggap Membosankan oleh Ekstrovert, tetapi Justru Menjadi Kebahagiaan bagi Introvert

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022