Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 21 Februari 2018 | 16.52 WIB

Mabuk Gaya Baru, Air Rebusan Pembalut Dicampur Obat Kuat

Sampah pembalut wanita dan obat kuat berserakan. Rumah kosong di kawasan Lemahabang ini sering dijadikan pesta miras rebusan pembalut. - Image

Sampah pembalut wanita dan obat kuat berserakan. Rumah kosong di kawasan Lemahabang ini sering dijadikan pesta miras rebusan pembalut.

JawaPos.com - Kabupaten Karawang, Jawa Barat tengah menjadi sorotan terkait minuman keras (miras) oplosan.


Keladinya, lantaran muncul 'tren' mabuk gaya baru di kalangan para penikmat minuman haram tersebut.


Jika dulu menenggak obat batuk cair berlebihan, mengisap lem, hingga mencampur ciu dengan deterjen plus minuman berenergi, kini mereka mulai 'bereksperimen' dengan air rebusan pembalut wanita.


Informasi dihimpun Radar Karawang (Jawa Pos Group), perilaku tak wajar tersebut mulai menjadi kebiasaan sekelompok ABG, terutama di Lemahabang, Tempuran, dan Telagasari.


Seorang siswa SMP di Lemahabang yang meminta namanya dirahasiakan mengatakan, mabuk air rebusan pembalut wanita sedang ngetren.


Selain sederhana dan murah, efeknya langsung berhalusinasi tak lama setelah menenggak air rebusan tersebut.


"Minum rebusan pembalut lagi ngetren di Lemahabang, Tempuran, dan Telagasari," ujar dia sebagiamana dilansir Radar Karawang, Selasa (21/2).


Dia melanjutkan, cara lainnya yaitu rebusan pembalut wanita, dicampur obat kuat dan obat batuk. Hasilnya, klaim dia, lebih memabukan dibanding obat lainnya.


"Nggak tahu anak-anak tahu dari mana," ujarnya.


Sementara, Sekretaris Desa Pulojaya Kecamatan Lemahabang Mahmud mengatakan, ada dua tempat yang selalu jadi sarang sampah sachet obat batuk cair dan pembalut wanita.


Selain di pintu air Peundeuy, juga di depan gerbang masuk Desa Pulokalapa, persisnya rumah kosong Dusun Srijaya RT 01/04.


Dirinya sering mendapati sampah obat batuk setelah malam mingguan di dua lokasi itu. Bahkan diakui Mahmud, sesekali didapati beberapa pembalut wanita.


Dia semula berpikir bahwa pembalut itu bekas mesum pasangan muda-mudi yang nakal, tapi baru-baru ini tahu digunakan untuk mabuk.


"Saya bingung, anak muda zaman sekarang ini dapat informasi dari mana bahwa pembalut wanita bisa dijadikan media mabuk," ujarnya.


Efeknya Mematikan

Editor: Imam Solehudin
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore