Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 20 Juli 2018 | 16.05 WIB

Selama Dua Pekan, 30 Kebakaran Terjadi di Kabupaten Cirebon

KEBAKARAN: Puing-puing kayu dan rotan sisa kebakaran di CV Basket, Tegal Sari, Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon, Kamis (19/7). - Image

KEBAKARAN: Puing-puing kayu dan rotan sisa kebakaran di CV Basket, Tegal Sari, Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon, Kamis (19/7).

JawaPos.com – Setidaknya 30 peristiwa kebakaran terjadi di Kabupaten Cirebon selama 2 pekan terakhir. Penyebabnya beraneka ragam. Diantaranya, kelalaian manusia dan suhu panas di musim kemarau.


Kasi Tanggap Darurat Damkar Kabupaten Cirebon Eno Sujana mengatakan, dalam dua hari terakhir saja sudah terjadi 7 kali peristiwa kebakaran beruntun. Baik di pemukiman warga atau di lahan terbuka.


"Akhir-akhir ini memang sering sekali terjadi kebakaran. Dua Minggu saja sudah lebih dari 30 kali. Bahkan tadi malam, seorang bayi jadi korban kebakaran," ujarnya usai memadamkan kobaran api di gudang rotan, Tegalsari, Kecamatan Plered, Kamis (19/7).


Eno menyebutkan, dari Rabu (18/7) hingga Kamis (19/7), terjadi kebakaran yang tersebar di daerah berbeda dengan jarak berjauhan. Kondisi demikian membuat personel petugas pemadam kebakaran kerja lebih ektra untuk menaklukan api.


"Kebakaran rutin terjadi setiap hari selama seminggu ini. Kami sendiri kebingungan mengatasinya. Karena pasokan air minim," ujarnya.


Evakuasi pemadaman saat terjadi kebakaran, dikeluhkan tim operasional karena kesulitan mencari pasokan air. Depot pengisian air untuk mobil pemadam saat ini sudah mulai kehabisan. Ditambah sejumlah unit mobil pemadam kebakaran milik pemerintah Kabupaten Cirebon tidak berfungsi.


Eno mengatakan, dari 17 mobil damkar yang ada, hanya 10 unit saja yang bisa dioperasikan secara normal. Sementara 7 unit mobil damkar lainnya sama sekali tidak bisa digunakan untuk terjun ke titik lokasi kebakaran.


Eno menambahkan, keberadaan hydrant di Kabupaten Cirebon masih sangat minim. Bahkan, untuk di daerah pusat-pusat keramaian seperti pasar, dan pusat industri sangat jarang ditemui. Sehingga, petugas pemadam kebakaran sangat kesulitan mencari air untuk menjinakkan kobaran api.


"Aneh. Banyak pelaku industri dan pertokoan masih belum paham soal safety protection untuk evakuasi saat ada kebakaran. Kami pun dibuat pusing karena tidak ada hydrant," pungkasnya.

Editor: Sari Hardiyanto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore