Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 21 April 2019 | 02.32 WIB

Kunci Kemenangan Jokowi-Ma'ruf di Jatim adalah Jaringan Gus Durian

Ketua Barisan Kader (Barikade) Gus Dur, Yenny Wahid. (Ari Purnomo/JawaPos.com) - Image

Ketua Barisan Kader (Barikade) Gus Dur, Yenny Wahid. (Ari Purnomo/JawaPos.com)

JawaPos.com - Sejumlah lembaga survei menyebut bahwa kunci kemenangan Jokowi-Ma'ruf Amin berada di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Kemenangan di Jateng lumrah, lantaran menjadi basis massa pendukung Jokowi. Yang cukup menjadi sorotan adalah suara di Jatim.

Menurut hasil quick count kemenangan paslon 01 di Jatim berada di margin angka yang besar. Antara 65-69 persen. Angka itu cukup mengejutkan lantaran selama ini Jokowi dikenal tidak punya kedekatan dengan akar rumput masyarakat Jatim.

Menurut pakar komunikasi politik Unair Suko Widodo, salah satu kunci kemenangan tersebut adalah bersatunya kiai-kiai kampung di Jawa Timur. ’’Jadi, jika para elite di Jakarta saling mengklaim kemenangan, itu merupakan hal yang semu,’’ kata Suko, Sabtu (20/4).

Menurut Suko, mereka hanya memungut hasil kerja keras massa akar rumput yang berjuang di lapangan. Setidaknya ada variabel tambahan yang membuat suara pasangan Jokowi-Amin ini meningkat. Salah satunya adalah solidnya barisan massa akar rumput NU. Di antaranya adalah jaringan kyai kampung, jaringan ibu-ibu majelis taklim dan jaringan Gus Durian.

Makin solid setelah putri almarhum Gus Dur, Yenny Wahid beberapa kali turun ke Jatim membawa jaringan Gus Duriannya. Sekadar diketahui, Gus Dur memang dikenal dekat dengan massa akar rumput NU. Bahkan, pencetus nama kiai kampung adalah Gus Dur.

Kiai Kampung sendiri merujuk pada kiai-kiai di ponpes kecil yang selama ini tidak menjabat dalam struktural. Di Jawa Timur, populasi kiai kampung ini sangat banyak.

Apalagi jaringan Gus Durian dan kiai kampung ini berhasil mendesak sejumlah program yang menyentuh hajat hidup orang banyak. Yang paling terkenal adalah penggratisan Jembatan Suramadu. Meski bukan satu-satunya, faktor lobi Yenny Wahid kepada Jokowi cukup penting. Setelah Yenny mendeklarasikan dukungan ke Jokowi, pemerintah Jokowi mengeluarkan keputusan penggratisan jembatan Suramadu.

Yenny sendiri bahkan menggelar acara dua kali di Ponpes Annuqayah Guluk-Guluk, Sumenep. Yang menghadirkan Jokowi dua kali.

Meski di Madura Jokowi tetap saja kalah, namun penggratisan Suramadu bisa menahan margin kekalahan tidak seperti 2014 lalu. Banyak kalangan Madura, terutama yang bermigrasi ke Surabaya, merasa diuntungkan dengan keputusan tersebut.

Choirul, salah seorang penjual soto Madura mengaku cukup diuntungkan dengan penggratisan tersebut. ’’Wah, orang Madura seperti saya ini merasa diuntungkan. Jokowi bagus, memperhatikan rakyat,’’ tambahnya.

Terpisah, Yenny Wahid mengatakan bahwa kemenangan di Jawa Timur itu milik rakyat Jawa Timur sendiri. ’’Terlalu berlebihan jika saya dianggap faktor penentu. Ada banyak pihak yang berjuang bersama memenangkan pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin,’’ ungkapnya.

Yenny lalu menyebut nama Khofifah Indar Parawansa, Gus Ipul, Pakde Karwo, elemen kiai kampung, dan banyak nama lainnya lagi. ’’Mereka-mereka ini semua yang memenangkan,’’ tuturnya.

Sementara itu, Ketua Sedulur Jokowi Jawa Timur HM Misbahus Salam menyebut bahwa faktor Yenny Wahid menjadi salah satu faktor yang menentukan kemenangan. ’’Ning Yenny punya pengaruh signifikan. Sebagai putri Gus Dur, tentu membawa magnet tersendiri bagi para kiai dan masyarakat di Jawa Timur,’’ kata pria yang juga wakil ketua PCNU Jember tersebut.

Editor: Dida Tenola
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore