Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 19 Oktober 2018 | 20.14 WIB

Harga Premium Dinilai Bentuk Pencitraan Jokowi

njuk rasa mahasiswa menolak kenaikan harga BBM nonsubsidi di depan Gedung DPRD Sumut. - Image

njuk rasa mahasiswa menolak kenaikan harga BBM nonsubsidi di depan Gedung DPRD Sumut.

JawaPos.com - Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi disoal. Mahasiswa di Kota Medan berunjuk rasa di DPRD Sumut, Jumat (19/10). Massa yang berjumlah puluhan tergabung dalam Gerakan Mahasiswa (Gema) Pembebasan.


Para pengunjuk rasa menolak kenaikan harga BBM. Sebab dampaknya akan mempengaruhi kebutuhan pokok. "BBM jenis premium tidak naik. Alasan tidak menaikkan BBM jenis premium hanya sebagai bentuk pencitraan Jokowi. Karena faktanya, kesejahteraan yang dijanjikan tidak pernah terwujud," kata Ketua Umum Gema Pembebasan Andika Mirza.


Dalam pernyataannya, Gema Pembebasan juga menuntut agar sistem demokrasi yang dianut ditinggalkan. Menurut mereka, demokrasi hanya melahirkan politikus dan elite penguasa korup yang menjadi antek asing.


"Sudah terlalu banyak biaya yang dikeluarkan negara untuk mempertahankan sistem ini. Maka dari itu, kami harus bulatkan tekad untuk mengganti sistem yang ada," ujarnya.


Syariat Islam dianggap menjadi solusi. Khilafah Islamiyah yang akan menjadi sistem. Pengunjuk rasa sempat diterima anggota Fraksi Partai Demokrat DPRD Sumu Arfan Maksum. Kepada mahasiswa, ia hanya meminta agar sama-sama berdoa kepada Tuhan untuk memperbaiki Indonesia.

Editor: Sofyan Cahyono
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore