Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 18 Agustus 2021 | 22.48 WIB

Keterisian RS Rawat Pasien Covid-19 di Sumsel Tersisa 44 Persen

Seorang tenaga kesehatan sedang merawat radiografi keteterisasi jantung di rumah sakit Palembang. Antara/M. Riezko Bima Elko P./Antara - Image

Seorang tenaga kesehatan sedang merawat radiografi keteterisasi jantung di rumah sakit Palembang. Antara/M. Riezko Bima Elko P./Antara

JawaPos.com–Keterisian rumah sakit yang merawat pasien Covid-19 di Sumatera Selatan tersisa 44 persen per Rabu (18/8). Capaian paling rendah bila dibandingkan empat pekan lalu yang mengalami eskalasi mengkhawatirkan mencapai 98 persen.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan Lesty Nurainy seperti dilansir dari Antara di Palembang mengatakan, secara berangsur-angsur keterisian rumah sakit mulai menurun beriringan dengan kasus konfirmasi positif Covid-19 juga menurun. Per Juli sampai awal Agustus kasus konfirmasi positif Covid-19 kumulatif dari 17 kabupaten/kota bisa mencapai 1.000–1.800 kasus per hari.

”Pada Selasa (17/8), tercatat sudah melandai hanya 237 kasus. Jadi jumlah kasus ini (penurunan) mempengaruhi keterisian rumah sakit (bad occupancy ratio) makin membaik kondisinya saat ini,” ujar Lesty Nurainy .

Angka keterisian tersebut didapat dari 33 rumah sakit yang tersebar di Sumatera Selatan yang menyediakan fasilitas ruang ICU dan Isolasi untuk pasien Covid-19. Yakni Kota Palembang ada 18 rumah sakit menyediakan 109 ruang ICU, Lubuk Linggau 13 ruangan, Prabumulih 16 ruangan. Lalu Kabupaten Banyuasin 11 ruangan, Lahat tiga ruangan, Muara Enim 10 ruangan, Musi Banyuasin lima ruangan, Ogan Komering Ilir empat ruangan, dan Ogan Komering Ulu 10 ruangan, dan total untuk fasilitas isolasi ada 2.751 ruangan.

”Total 1.276 ruang yang terpakai dari 2.933 yang tersedia,” terang Lesty Nurainy.

Menurut dia, kondisi penyebaran Covid-19 di Sumatera Selatan terus membaik ditandai dengan kasus sembuh juga bertambah signifikan yakni 497 kasus dengan total menjadi 44.568 orang. Jumlah kasus sembuh meningkat bila dibandingkan dengan dua pekan terakhir pasien sembuh dari Covid-19 rata-rata hanya 40–180 orang. Termasuk saat ini ada peningkatan jumlah pemeriksaan sampel PCR yang dilakukan Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) yakni dari 1.000 sampel jadi 3.000 sampel.

”Pemeriksaan sampel berlangsung cepat dan tidak ada pengendapan angka pun menyusut,” tutur Lesty Nurainy.

Namun yang perlu diseriusi dalam penanggulangan Covid-19 saat ini menurut dia, adalah menekan angka kasus kematian. Lantaran, kematian akibat Covid-19 bertambah 25 orang sehingga total mencapai 2.603 orang.

”Kematian ini, mayoritas disebabkan penyakit bawaan atau komorbid yang diidap pasien seperti misalnya penyakit jantung, paru-paru, diabetes melitus atau semacamnya sehingga penanganan akan semakin sulit. Jadi meskipun melandai, prokes tetap dijalankan bila sudah terpapar akan semakin berisiko terhadap orang tersebut,” kata Lesty Nurainy.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore