Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 17 Juli 2018 | 13.25 WIB

Agustus, Taman Indonesia Kaya di Semarang Ditarget Kelar

Pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di kawasan Taman Indonesia Kaya, Jalan Menteri Supeno, Kota Semarang. - Image

Pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di kawasan Taman Indonesia Kaya, Jalan Menteri Supeno, Kota Semarang.

JawaPos.com - Pembangunan Taman Indonesia Kaya di Jalan Menteri Supeno, Kota Semarang ditarget selesai pada Agustus 2018 mendatang. Bersamaan dengan hal itu, para Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan di sekitaran taman akan mulai ditata penempatannya. 


Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fajar Purwoto mengatakan, penataan pedagang akan dilakukan dengan membangun shelter yang dianggarkan pada APBD Perubahan 2018. Ia sendiri menyebut bahwa para pedagang saat ini hanya boleh berjualan di area shelter dengan menggunakan tenda bongkar-pasang.


''Pemkot masih mencarikan pendanaan CSR dari Djarum Foundation maupun perbankan, guna pembangunan shelter pedagang. Itu juga akan ditunjang dari pembiayaan yang akan dianggarkan melalui APBD Perubahan 2018. Bantuan tenda telah diberikan kepada para pedagang yang saat ini sudah tidak lagi menempati selter,'' jelas Fajar, Senin (16/7).


Shelter tersebut, jelas Fajar, akan dibangun di sepanjang Jalan Pandanaran II sampai kawasan sekitaran taman. "Para pedagang secepatnya akan ditata agar tidak semrawut. Untuk menyesuaikan dengan keberadaan Taman Indonesia Kaya yang telah direnovasi dengan baik,'' sambungnya.


Untuk jumlah pedagang sendiri, Fajar menyebut ada sekitar 50 orang lebih yang mengais rejeki dengan cara berjualan kuliner. Angka itu, lanjutnya, akan divalidasi ulang untuk memudahkan penataan pedagang.


Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi sebelumnya juga sempat mengatakan, bahwa keberadaan pedagang akan menjadi tugas bersama yang juga harus diselesaikan. Mereka, menurutnya, juga sudah diminta untuk tidak khawatir terkait masa depan mereka.


Hal lain yang tak luput dari perhatian Hendi, sapaan akrab sang Wali Kota, yakni penempatan jalur kendaraan dan lahan parkir. Keduanya akan akan ditata agar tidak menghambat arus lalu lintas di kawasan sekitar.


''Untuk mewadahi masyarakat yang hendak berkunjung dan bermain di sekitar taman, maka parkir juga akan ditata. Kawasan itu kan jalan satu arah, jadi ruas jalan bisa sedikit lebih lebar,'' terangnya.

Editor: Sari Hardiyanto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore