JawaPos Radar

Ini Pesan KH Bukhori Masruri Sebelum Meninggal

17/05/2018, 17:27 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Ganjar Pranowo
Gubernur Jateng nonaktif Ganjar Pranowo terlihat melayat di kediaman KH Bukhori Masruri, Kamis (17/5). (Tunggul Kumoro/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Mantan Ketua PWNU Jawa Tengah KH. Bukhori Masruri atau yang lebih dikenal dengan Abu Ali Haidar, wafat pada Kamis (17/5) sekitar pukul 08.30 WIB. Pencipta lagu hits tahun 80an, berjudul Perdamaian yang dipopulerkan grup vokal Nasyida Ria itu meninggal pada usia 77 tahun karena penyakit jantung.

Meninggalnya sosok Bukhori memang meninggalkan duka yang mendalam bagi orang yang ditinggalkannya. Tak terkecuali, putra pertamanya Haedar Buchori.

Menurutnya, sang ayah memang tak banyak berpesan sebelum meninggalkan ia dan keluarga besar untuk selama-lamanya. Namun, banyak hal yang Haedar kenang selama hidup bersama ayahnya.

Pemakaman Bukhori Masruri
Suasana pengantaran jenazah Bukhori Masruri dari rumah duka menuju pemakaman TPU Giriloyo, Semarang, Kamis (17/5). (Tunggul Kumoro/JawaPos.com)

"Bapak nggak bilang banyak sebelum tiada. Tapi kalau pesan untuk anak-anaknya itu adalah hormati ibumu. Ibumu harus kamu hormati," katanya saat ditemui di rumah duka Perum Bumi Wonomukti, RT 4/RW 5, Sambiroto, Tembalang, Kota Semarang.

Haidar mengisahkan, kala almarhum Bukhori Masruri meminta anak-anaknya untuk lebih mengutamakan sang ibu ketimbang sosok ayah. "Pernah suatu kejadian, saya malah melangkahi ajaran bapak itu. Waktu itu saya remaja mau pergi bawa motor, ibu sudah larang. Saya ngeyel tetap pergi dan akhirnya kecelakaan," imbuhnya.

Lantas, pada saat itu juga almarhum Bukhori Masruri datang ke Haedar muda sambil berpesan. "Kui akibate nek ora manut ibu (Itulah akibatnya kalau tidak menurut sama ibu). Ibu harus dinomorsatukan," katanya menirukan perkataan ayahnya.

Namun, sosok itu kini telah pergi untuk selama-lamanya. Haedar hanya bisa berdoa dan berharap agar dosa almarhum diampuni dan tenang di sisi-Nya. 

Rasa duka bagaimanapun tak hanya dirasakan oleh sanak saudara. Gubernur Jateng nonaktif Ganjar Pranowo mengungkap Indonesia telah kehilangan salah satu sosok penting. Meski mengaku jarang bertemu secara rutin dan formal, pria berambut putih itu memiliki pandangan tersendiri terhadap Bukhri Masruri.

"Almarhum adalah sosok ulama kharismatik. Dimana yang dibutuhkan dari beliau adalah petuah-petuahnya yang makjleb. Ada fatsunnya, etikanya, adem kalau ketemu beliau," kata Ganjar di lokasi rumah duka.

Tak hanya sebagai sosok ulama, Ganjar mengatakan Tanah Air juga kehilangan figur Bukhori Masruri sebagai pencipta lagu. "Itu (karyanya) kan luar biasa. Tak hanya dinyanyikan sambil dimainkan dengan rebana, tapi Gigi aja juga ikut menyanyikan," tegasnya.

Menurutnya, dengan segala apa yang dilakukan almarhum semasa hidup akan menjadi kisah dan legenda tersendiri. Ia pun turut mendoakan agar dosa-dosa almarhum dimaafkan dan amal ibadahnya diterima di sisi-Nya.

KH. Bukhori Masruri seperti diberitakan sebelumnya wafat pada usia 77 tahun. Almarhum meninggal akibat penyakit jantung yang dideritanya sejak lama.

(gul/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up