
Gubernur Jateng nonaktif Ganjar Pranowo terlihat melayat di kediaman KH Bukhori Masruri, Kamis (17/5).
JawaPos.com - Mantan Ketua PWNU Jawa Tengah KH. Bukhori Masruri atau yang lebih dikenal dengan Abu Ali Haidar, wafat pada Kamis (17/5) sekitar pukul 08.30 WIB. Pencipta lagu hits tahun 80an, berjudul Perdamaian yang dipopulerkan grup vokal Nasyida Ria itu meninggal pada usia 77 tahun karena penyakit jantung.
Meninggalnya sosok Bukhori memang meninggalkan duka yang mendalam bagi orang yang ditinggalkannya. Tak terkecuali, putra pertamanya Haedar Buchori.
Menurutnya, sang ayah memang tak banyak berpesan sebelum meninggalkan ia dan keluarga besar untuk selama-lamanya. Namun, banyak hal yang Haedar kenang selama hidup bersama ayahnya.
"Bapak nggak bilang banyak sebelum tiada. Tapi kalau pesan untuk anak-anaknya itu adalah hormati ibumu. Ibumu harus kamu hormati," katanya saat ditemui di rumah duka Perum Bumi Wonomukti, RT 4/RW 5, Sambiroto, Tembalang, Kota Semarang.
Haidar mengisahkan, kala almarhum Bukhori Masruri meminta anak-anaknya untuk lebih mengutamakan sang ibu ketimbang sosok ayah. "Pernah suatu kejadian, saya malah melangkahi ajaran bapak itu. Waktu itu saya remaja mau pergi bawa motor, ibu sudah larang. Saya ngeyel tetap pergi dan akhirnya kecelakaan," imbuhnya.
Lantas, pada saat itu juga almarhum Bukhori Masruri datang ke Haedar muda sambil berpesan. "Kui akibate nek ora manut ibu (Itulah akibatnya kalau tidak menurut sama ibu). Ibu harus dinomorsatukan," katanya menirukan perkataan ayahnya.
Namun, sosok itu kini telah pergi untuk selama-lamanya. Haedar hanya bisa berdoa dan berharap agar dosa almarhum diampuni dan tenang di sisi-Nya.
Rasa duka bagaimanapun tak hanya dirasakan oleh sanak saudara. Gubernur Jateng nonaktif Ganjar Pranowo mengungkap Indonesia telah kehilangan salah satu sosok penting. Meski mengaku jarang bertemu secara rutin dan formal, pria berambut putih itu memiliki pandangan tersendiri terhadap Bukhri Masruri.
"Almarhum adalah sosok ulama kharismatik. Dimana yang dibutuhkan dari beliau adalah petuah-petuahnya yang makjleb. Ada fatsunnya, etikanya, adem kalau ketemu beliau," kata Ganjar di lokasi rumah duka.
Tak hanya sebagai sosok ulama, Ganjar mengatakan Tanah Air juga kehilangan figur Bukhori Masruri sebagai pencipta lagu. "Itu (karyanya) kan luar biasa. Tak hanya dinyanyikan sambil dimainkan dengan rebana, tapi Gigi aja juga ikut menyanyikan," tegasnya.
Menurutnya, dengan segala apa yang dilakukan almarhum semasa hidup akan menjadi kisah dan legenda tersendiri. Ia pun turut mendoakan agar dosa-dosa almarhum dimaafkan dan amal ibadahnya diterima di sisi-Nya.
KH. Bukhori Masruri seperti diberitakan sebelumnya wafat pada usia 77 tahun. Almarhum meninggal akibat penyakit jantung yang dideritanya sejak lama.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
