
Capres Joko Widodo dan Cawapres KH Ma
JawaPos.com - Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumsel, KH Ayiek Farid mengingatkan, majunya KH Ma'aruf Amin sebagai cawapres tidak membawa dan mengatasnamakan MUI. Sebab, MUI adalah lembaga yang bersifat netral dan tidak terlibat dalam politik praktis.
KH Ayiek mengatakan, majunya KH Ma'aruf Amin merupakan keinginan pribadi. Artinya, pihak MUI tidak boleh melarang ketika itu sudah menjadi keinginannya.
Namun, dia mengingatkan MUI merupakan lembaga yang netral dan tidak terlibat dalam politik praktis. "Jadi kami ingatkan jangan memakai nama MUI dalam kegiatan pencawapresannya," katanya saat dihubungi JawaPos.com, Kamis (16/8).
Ia pun tidak melarang anggotanya apakah mau memilih atau tidak. Sebab, setiap warga negara memilih hak untuk menentukan pilihannya.
Secara pribadi, menurutnya, majunya Ma'aruf Amin sebagai cawapres justru menjadi bumerang bagi capres. Sebab, saat ini pemilih pemula lebih banyak. Sedangkan, Prabowo menggandeng seorang pemuda yakni Sandiaga Solahuddin Uno.
"Tapi semuanya kembali lagi ke rakyat mau memilih siapa," tutupnya.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
