Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 16 Juli 2018 | 22.10 WIB

Menabung Puluhan Tahun, Pedagang Tempe Ini Akhirnya Bisa Berhaji

BERHAJI: Tarunah Sajar Saman,86, pedangan tempe yang menjadi salah satu calon jamaah haji setelah menabung hingga puluhan tahun. - Image

BERHAJI: Tarunah Sajar Saman,86, pedangan tempe yang menjadi salah satu calon jamaah haji setelah menabung hingga puluhan tahun.

JawaPos.com - Keinginan Tarunah, 86, untuk bisa menjalankan ibadah haji memang sudah sangat lama. Karena itulah, nenek yang bernama lengkap Tarunah Sajar Saman tersebut terus mengumpulkan uang.


Sedikit demi sedikit uang yang didapatkan dari berjualan tempe ia tabung. Bukan ditabung ke bank swasta atau pemerintah, tetapi cukup tabungan sederhana yang ada di rumah. Baru setelah uang yang ada cukup banyak, barulah dibawa untuk dimasukkan ke bank untuk keperluan ibadah haji. 


Tarunah adalah seorang pedagang tempe di Tegal. Dia sudah cukup lama berjualan tempe di desanya. Laba dari hasil penjualannya itulah yang dikumpulkan untuk membiayai perjalanan hajinya. Selain berjualan tempe, nenek asal Bumijawa RT 06/01 01, Bojong, Tegal itu juga berjualan berbagai kebutuhan lainnya.


"Kalau jenis dagangan yang dijual berganti-ganti, dulu berjualan tempe, lalu ganti makanan, terus ganti yang lain," terang putra bungsu Tarunah, Abdul Sukur,48 saat ditemui JawaPos.com saat tiba di Asrama Haji, Donohudan, Boyolali, Senin (16/7).. 


Sukur yang menjadi satu kelompok terbang (Kloter) dengan Tarunah menambahkan, bahwa ibunya tersebut sudah sangat lama menabung untuk biaya berhaji. Bahkan Sukur mengatakan, ibunya itu sudah menabung sampai puluhan tahun. Tetapi, dirinya tidak tahu tepatnya berapa lama Tarunah mulai menabung.


"Sudah sangat lama, dua puluh tahun lebih. Tapi nabungnya tidak langsung di bank," katanya. Selain dari hasil berjualan tempe dan lainnya, uang pembayaran biaya haji juga menggunakan uang pensiunan suaminya, Syahroni yang merupakan seorang veteran. 


Sukur mengatakan, uang pensiunan yang didapatkan setiap bulan tidaklah besar. Hanya sekitar Rp 1,3 juta. Meski begitu, Tarunah begitu tekun untuk mengumpulkan uang yang dimiliknya tersebut. "Untuk pembiayaan haji sendiri sudah disetorkan sejak lima tahun silam, kalau untuk waktu tunggunya tujuh tahun," katanya.


Sementara itu, Tarunah mengaku begitu senang saat bisa menjalankan ibadah haji tersebut. Bagi Tarunah, bisa menjalankan rukun Islam kelima itu sudah menjadi keinginannya sejak dulu. 


"Saya sangat senang karena bisa menjalankan ibadah haji, karena ini keinginan saya dari dulu," katanya. Tarunah yang masuk Kloter I menjadi salah satu calon haji (Calhaj) yang paling tua di Kloter tersebut.


Dengan usia yang sudah mencapai 86 tahun, Tarunah berangkat dengan menggunakan kursi roda. Ia terus didampingi oleh putra dan juga menantunya

Editor: Sari Hardiyanto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore