Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 15 Agustus 2018 | 13.36 WIB

Ini Firasat Ibu Mahasiswi yang Tewas Tenggelam di Danau Jerman

Umi Salamah menunjukkan salah satu trofi prestasi yang didapat oleh Shinta. - Image

Umi Salamah menunjukkan salah satu trofi prestasi yang didapat oleh Shinta.

JawaPos.com - Umi Salamah, 54, ibunda Shinta Putri Dina Pertiwi, mahasiswi yang tewas tenggelam di Danau Trebgast atau Trebgaster Badesee, Bavaria, Jerman tak menyangka jika dia bakal kehilangan putri kesayangannya. Rupanya, dia telah mendapat firasat kurang menyenangkan sebelum mendapat kabar putrinya meninggal dunia.


Umi mengatakan, satu hari sebelum dia mendapat kabar mengenai putrinya, tepatnya pada Kamis (9/8) malam, Umi merasakan sakit yang luar biasa pada jantungnya. Padahal, ibu tiga anak ini tidak mempunyai riwayat penyakit jantung.


"Malam Jumat (10/8) setelah isya, jantung seperti mau pecah, sakit minta ampun," ujarnya ketika ditemui JawaPos.com, Selasa (14/8). Namun, dia sama sekali tidak berfikir tentang Shinta. Hanya saja, malam itu Umi memang sedikit gelisah karena Shinta sulit dihubungi dibanding hari biasanya.


Dia pun tidak menganggap hal itu sebagai sesuatu yang penting. Kemudian, keesokan paginya, setibanya di kantor, Umi mendapatkan berita yang sangat mengejutkan. Dirinya dihubungi oleh salah seorang perwakilan PPI (Perhimpunan Pelajar Indonesia) di Jerman, Saraswati, jika Shinta telah meninggal dunia akibat tenggelam di danau sekitar kampus.


"Waktu dapat kabar itu, saya baru datang ke kantor, sekitar jam 08.00 WIB," kata dia. Mendengar kabar tersebut, Umi langsung tidak mempunyai daya lagi.


Dia tidak menyangka jika putrinya yang periang itu bakal pergi secepat itu. "Anaknya selalu ceria, tidak pernah mengeluh," kenang Umi. Umi terbilang sangat dekat dengan anak keduanya itu. Bahkan, setiap hari dia bisa melakukan video call dengan Shinta sebanyak dua kali sehari.


Shinta, lanjut Umi, juga sering bercerita tentang kesehariannya di Jerman. "Kalau kesulitan garap tugas, pasti video call. Kadang juga cerita tentang teman-temannya disana," lanjutnya.


Dia menceritakan, Shinta merupakan anak yang cerdas dan berprestasi. Bahkan, prestasi Shinta sudah kelihatan sejak dia masih duduk di bangku SMP. "Dia pernah dapat juara III kompetisi web muda nasional pada tahun 2011 lalu," lanjutnya.


Selain itu, Shinta juga sempat menang lomba membaca puisi, karya ilmiah, dan lain sebagainya. Tidak hanya itu, Shinta juga seseorang yang aktif dalam berorganisasi.


Ibu tiga anak itu mengatakan, anaknya mempunyai cita-cita ingin menjadi ahli forensik. "Cita-citanya ingin bantu kepolisian Indonesia dan mendidik anak Indonesia menjadi tim forensik bagus. Dia pernah bilang, hanya dengan bau keringat, sudah tahu karakter orang," terangnya.


Namun, cita-cita mulia tersebut harus pupus. Sekarang pun sudah tidak ada lagi tawa ceria maupun cerita lucu dari Shinta yang terpancar dari tampilan video kepada Umi. Shinta telah meninggal dunia dengan tenang.


Sebelumnya diberitakan, Mahasiswi asal Malang, Shinta Putri Dina Pertiwi yang sedang menempuh kuliah di Universitas Bayreuth, Jerman dilaporkan tewas tenggelam di Danau Trebgaster, Bavaria, Jerman, Rabu (8/8) lalu. Shinta meninggal setelah berenang bersama dua temannya di danau tersebut.

Editor: Yusuf Asyari
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore