JawaPos Radar

Sebelum Dilumpuhkan, Terduga Teroris Sempat Sandera Seorang Perempuan

15/07/2018, 05:47 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Penangkapan Terduga Teroris di Jogja
PELURU: Peluru aktif yang tercecer di lokasi kejadian pada Sabtu (14/7) malam (Ridho/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Seorang perempuan di Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman sempat menjadi sandera terduga teroris ketika peristiwa penangkapan yang dilakukan di Jalan Kaliurang Km 9,5 pada Sabtu (14/7) malam. Bahkan perempuan yang diketahui bernama Sulis Khusnul Qotimah, 35, sempat dikalungi celurit oleh salah seorang pelaku.

Salah seorang kerabat dari Sulis, Biworo, 36, mengatakan, terduga teroris itu awalnya membajak sebuah truk bernomor polisi AB 8014 BK. Kendaraan itu melaju dari arah Utara lalu di lokasi kejadian kemudian berbelok ke kiri menuju rumah warga.

Truk tersebut sempat menabrak 2 sepeda motor yang diparkir. Kemudian Sulis bersama suaminya yang berada di depan rumah mengira itu merupakan kejadian tabrakan biasa. "Sempat dikira tabrakan. Truk saat berhenti, sopirnya berhasil lolos," katanya, Sabtu (14/7).

Penangkapan Terduga Teroris di Jogja
DIBAJAK: Sebuah truk sempat dibajak oleh terduga teroris sebelum tewas ditembak oleh petugas di TKP. (Ridho/JawaPos.com)

Terduga teroris yang kemudian juga keluar dari truk langsung memegang tangan Sulis. Saat itu celurit yang dibawanya kemudian dikalungkan ke Sulis. "Sekitar 2 jam, kakak ipar (Sulis) saya kemudian menyodok pelaku memakai tangan kiri," katanya.

Sebanyak 2 orang anggota polisi langsung datang dan menyelamatkan Sulis. Terduga juga pada saat itu langsung dilumpuhkan. "Kakak ipar saya lalu lari ke lapangan futsal minta tolong," ujarnya.
Meski tak terluka saat penyanderaan, Sulis sempat terjatuh ketika melarikan diri. Mengakibatkan ia mengalami sedikit luka.

Lanjut Biworo, ketika penyanderaan pula, terduga sempat menanyakan kepada Sulis mengenai keberadaan orang yang memakai sepeda motor. Kemungkinan itu merupakan rekan dari terduga tersebut.

Dari data yang dihimpun di lapangan, terduga teroris juga sempat meneriakkan takbir sebelum dilumpuhkan oleh petugas. Mereka juga melakukan perlawanan terhadap petugas dengan memakai senjata tajam.

Kepala Bidang Humas Polda DIJ AKBP Yulianto sebelumnya mengatakan, dalam proses pengejaran itu sebanyak 2 anggota dari Densus 88 yang mengalami luka bacok. Yaitu di bagian pinggang serta tangannya. "Ada baku tembak juga. Karena melawan akhirnya dilakukan tindakan tegas," katanya.

Sebagaimana diketahui sebelumnya, 3 terduga teroris dilumpuhkan pada Sabtu (14/7) malam di Jalan Kaliurang km 9,5. Pelaku diketahui bernama Sutrisno, Abdul Safei dan Ghaniy Ridianto ditembak dan hasil pemeriksaan awal menyatakan meninggal dunia.

(dho/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up