Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 16 Januari 2019 | 03.50 WIB

Ketum Ikatan Pemuda Pemudi Minang Indonesia Bantah Dukung Jokowi

PILPRES 2019: Dua paslon yang bertarung dalam Pilpres 2019, Jokowi-Ma - Image

PILPRES 2019: Dua paslon yang bertarung dalam Pilpres 2019, Jokowi-Ma

JawaPos.com - Ikatan Pemuda Pemudi Minang Indonesia (IPPMI) disebut-sebut menjadi bagian dari pendukung pasangan calon (paslon) Presiden Jokowi-Ma'aruf Amin. Tudingan itu juga sempat viral di berbagai grup media sosial (medsos) facebook maupun instagram beberapa waktu lalu.


Tudingan tersebut lantas dibantah tegas oleh Ketua Umum IPPMI M Rafiq Perkasa Alamsyah. Menurutnya, tuduhan tersebut hanyalah isu belaka. "Nggak pernah. Isu saja itu," kata Rafiq menjawab JawaPos.com, Selasa (15/1).


Secara organisasi, lanjut Rafiq, IPPMI tidak pernah mengambil keputusan resmi harus mendukung salah satu paslon capres dan cawapres.


"Semua warna ada. Bahkan, wakil ketua saya di tim nasionalnya Prabowo. Beberapa kader di daerah juga pengurus Gerindra dan PKS. Intinya, tidak memilih kedua paslon secara organisasi. Hak pilih diberikan bebas kepada seluruh kader berdasarkan analisa masing-masing," tegasnya.


Selain itu, M Rafiq juga membantah, jika organisasi yang kini dinahkodainya sengaja muncul dan mencari panggung jelang Pemilu 2019. Sebab, kata Rafiq, IPPMI ini telah berdiri sejak 11 tahun silam, persisnya 7 Juli 2007 lalu.


Awalnya, IPPMI hanya berbentuk komunitas. Namun, di 2010, IPPMI resmi menjadi Organisasi Kepemudaan (OKP) dan terdaftar di Kemenpora. "Kongres pertama di Papua tahun 2015 silam," katanya.


Rafiq juga mengklaim, IPPMI sudah terbentuk di 20 provinsi  se-Indonesia. Serta telah memiliki perwakilan Luar Negeri di Jepang dan Malaysia. Namun, Rafiq tidak mengetahui jumlah pasti anggota IPPMI di Nusantara.


"Kami tidak pernah mendata berapa jumlah anggota dan kader yang pasti banyak jumlahnya kalau digabung 20 provinsi," klaimnya.


Sebelumnya, Rafiq meminta kepada dua pasangan calon (paslon) capres dan cawapres yang akan berkampanye di Sumbar di tes baca alquran dan menjadi imam salat.


Rafiq Perkasa Alamsyah mengatakan, usulan bagi capres dan cawapres baca alquran dan imam salat ini semata untuk memastikan pemahamannnya tentang Islam itu sendiri.


"Kami cuma memberikan usulan dan tantangan kepada kedua paslon seperti yang diberikan Aceh juga. Kami usul, untuk masuk Sumbar, kedua paslon itu di tes baca alquran dan jadi imam salat," pungkasnya.

Editor: Sari Hardiyanto
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore