Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 15 Januari 2019 | 23.00 WIB

Dua Pekan 111 Penderita, Sragen Tetapkan KLB Demam Berdarah

ILSUTRASI: Pemkab Sragen, Jawa Tengah (Jateng) menetapkan status kejadian luar biasa (KLB) pada kasus demam berdarah dengue (DBD). - Image

ILSUTRASI: Pemkab Sragen, Jawa Tengah (Jateng) menetapkan status kejadian luar biasa (KLB) pada kasus demam berdarah dengue (DBD).

JawaPos.com - Pemkab Sragen, Jawa Tengah (Jateng) menetapkan status kejadian luar biasa (KLB) pada kasus demam berdarah dengue (DBD). Dari data yang dimiliki Dinas Kesehatan (Dinkes) tercatat, pada pekan kedua tahun 2019 tercatat sudah ada 111 penderita DBD, dan dua diantaranya meninggal dunia. Penyebaran DBD hampir merata di seluruh kecamatan di Sragen, kecuali di Kecamatan Sambirejo.


Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati mengungkapkan, bahkan kondisi ini merupakan siklus lima tahunan. Dimana jumlah penderita DBD mengalami peningkatan yang cukup tinggi.


"Dalam dua pekan pertama ini sudah ada 111 penderita, ini sudah masuk sebagai KLB. Di samping itu penyebarannya juga merata hampir di semua kecamatan," ungkapnya kepada JawaPos.com saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (15/1).


Jumlah kasus DBD paling banyak terjadi di Kecamatan Mondokan dengan jumlah kasus mencapai 21 kasus, kemudian di Kecamatan Sumberlawang sebanyak 15 kasus dan di Kecamatan Gemolong ada 11 kasus. Meski di daerah lain tidak terlalu tinggi, tetapi Bupati mengimbau agar masyarakat selalu waspada. Maka dari itu, pihaknya pun mendorong masyarakat untuk aktif dalam pemberantasan sarang nyamuk (PSN).


"Kegiatan sebagai upaya preventif terus dilakukan, salah satunya dengan melakukan PSN itu. Kemudian menjaga kebersihan di lingkungan tempat tinggalnya. Kalau untuk fogging itu sebenarnya hanya untuk penanganan sesaat saja," imbuhnya. Yuni berharap, dengan berbagai upaya ini, kasus DBD di Sragen bisa ditekan.


Sementara itu, Kepala Dinkes, Hargiyanto menyampaikan, sebagai salah satu upaya untuk menekan penyebaran DBD pihaknya sudah menginstruksikan kepada seluruh Puskesmas dan bidan agar ikut melakukan pengawasan di wilayahnya.


"Pertolongan cepat pada penderita perlu dilakukan agar jumlah korban tidak terus bertambah," katanya

Editor: Sari Hardiyanto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore