
Tes cepat Covid-19 di kantor Samsat Banjarmasin untuk deteksi dini penularan Covid-19 di perkantoran. Firman/Antara
JawaPos.com–Anggota Tim Pakar Universitas Lambung Mangkurat (ULM) untuk Percepatan Penanganan Covid-19 Hidayatullah Muttaqin mengatakan, tren pertumbuhan kasus Covid-19 di Kalimantan Selatan pada Desember mengkhawatirkan.
”Rata-rata pertumbuhan kasus baru bulan ini 66 kasus per hari. Angka ini sudah lebih besar dari rata-rata kasus harian bulan Oktober dengan 49 kasus dan November 44 kasus per hari,” kata Hidayatullah Muttaqin seperti dilansir dari Antara di Banjarmasin.
Hingga 12 Desember, penduduk Kalsel yang terkonfirmasi positif sudah mencapai 13.967 orang dengan jumlah kesembuhan sebanyak 12.570 orang dan kematian 552 kasus.
Parahnya, angka rata-rata pertumbuhan kasus harian juga sudah mendekati keadaan Agustus dan September. Pertumbuhan kasus baru saat itu masing-masing berada pada tingkat 71 dan 69 kasus per hari. Perkembangan tersebut menurut Muttaqin, menggambarkan ledakan kasus pada tingkat nasional yang sudah terjadi pada November sebagai akibat utama liburan panjang akhir Oktober juga merembet ke Kalsel.
”Perkembangan ini juga mengindikasikan potensi ledakan kasus Covid-19 Kalsel pada Desember kemungkinan melampaui keadaan Agustus,” tutur Hidayatullah Muttaqin.
Potensi ledakan terjadi sebagai akibat adanya momen pilkada yang baru berlalu. Efeknya akan terlihat pada satu hingga dua minggu ke depan. Di samping itu liburan panjang akhir tahun juga dapat memperluas skala pertumbuhan kasus harian khususnya pada Januari 2021.
”Kita sangat berharap agar potensi ledakan kasus Covid-19 yang lebih besar tidak terjadi. Mengingat setiap terjadi kasus baru, bertambah banyak potensi warga yang meninggal,” ujar Hidayatullah Muttaqin.
Hal itu tergambar dari angka tingkat kematian atau case fatality rate akibat Covid-19 di Kalsel cukup tinggi, yaitu 3,95 persen. ”Artinya, rata-rata dari 100 penduduk yang terinfeksi, 4 di antaranya meninggal,” terang Hidayatullah Muttaqin.
Semakin tinggi kasus baru juga menyebabkan tenaga dan fasilitas kesehatan yang tersedia semakin kewalahan menangani pasien. Jika kapasitas sudah kelebihan, potensi pasien meninggal semakin tinggi.
Untuk itu, kata dia, pemerintah harus meningkatkan upaya untuk mencegah terjadinya ledakan kasus yang lebih besar lagi.
”Idealnya, pemerintah mengeluarkan kebijakan pengendalian mobilitas penduduk. Daerah juga perlu mengintensifkan upaya-upaya pencegahan, seperti meningkatkan edukasi pentingnya penerapan protokol kesehatan terhadap masyarakat,” papar Hidayatullah Muttaqin.
Muttaqin menilai, para ulama dan tokoh masyarakat harus dilibatkan dalam edukasi yang perlu dirancang berbasis komunitas. Sehingga, jangkauannya menjadi lebih luas dan semakin kreatif dengan menggunakan sarana media sosial.
”Para kepala daerah setiap hari tampil di televisi lokal dan kanal Youtube, Instagram, dan Facebook untuk memberikan edukasi dan motivasi secara langsung kepada masyarakat,” ujar Hidayatullah Muttaqin.
Protokol kesehatan juga perlu diperkuat melalui kebijakan dan regulasi. Seperti larangan tegas untuk terjadi kegiatan berkerumun, acara-acara pertemuan yang melibatkan banyak orang seperti pesta perkawinan. Kemudian pengurangan jam buka toko atau layanan jasa tidak sampai malam hari. Termasuk pemerintah daerah menerapkan work from home untuk mencegah klaster perkantoran.
”Tingkatkan langkah 3T agar secepatnya dapat mendeteksi keberadaan warga yang terinfeksi. Sehingga, yang kondisinya harus dirawat segera mendapatkan pelayanan rumah sakit dan potensi meninggal dapat diminimalisir. Begitu pula yang imunnya kuat dan tidak perlu perawatan supaya secepatnya diisolasi untuk mencegah penularan terhadap warga lain tanpa mereka sadari,” kata Hidayatullah Muttaqin.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=ZKjB_g0MfEM

Prediksi Bursa Taruhan Prancis vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Bisa Paksa Les Blues Main Lebih dari 90 Menit
Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Prediksi Skor Prancis vs Maroko di Perempat Final Piala Dunia 2026: Deja Vu atau Pembuktian Singa Atlas
Artis Arie Nugroho dan Windy Wulandari Berduka Yogi Rahmat Meninggal Dunia
Prediksi Bursa Taruhan Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026: La Roja Dijagokan Melaju ke Semifinal
10 Besar Penjualan Mobil Juni 2026: BYD Comeback jadi Merek Tiongkok Terlaris Kalahkan Jaecoo
Polisi Temukan Uang Rp60 Miliar di Cafe de Clan Jaksel, Diangkut Pakai 3 Mobil
Prediksi Susunan Pemain Norwegia vs Inggris di Piala Dunia 2026: Lomba Sihir Erling Haaland dan Harry Kane ke Semifinal!
Viral dr. Anggi Aprilyani Masuk Gereja, Tuai Tudingan Penistaan Agama
Gosip Perselingkuhan Lionel Messi Memanas, Sang Istri Tanggapi Rumor Skandal Suami dengan Jurnalis Argentina
