
KMP Tao Toba II bersandar di pelabuhan Ajibata, Toba Samosir, Sabtu (14/7).
JawaPos.com - Kementerian Perhubungan berencana melakukan pembenahan transportasi di Danau Toba dalam waktu dekat. Hal itu dilakukan menyusul karamnya KM Sinar Bangun. Pembenahan tersebut dilakukan salah satunya dengan mengaudit pelabuhan-pelabuhan di Danau Toba.
Catatan Kemenhub menunjukkan, ada 41 pelabuhan yang ada di Danau Toba. Baik pelabuhan milik pemerintah ataupun milik perorangan.
"Hari Senin ini kita akan rapat mengundang semua bupati (di Danau Toba) untuk menentukan mana yang mau diresmikan. Kan harus ada penetapan lokasi dari pak menteri," kata Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Budi Setiyadi, Sabtu (14/7).
Nantinya, pelabuhan yang akan diresmikan pemerintah harus memenuhi standar. Yang terpenting adalah standar keselamatan. Kemenhub tidak ingin kejadian KM Sinar Bangun terulang lagi.
"Nah yang lain kita tutup. Tapi yang akan kita resmikan harus memenuhi standar semuanya. Yang pertama untuk meningkatkan kualitas keselamatan. Karena memang keselamatan itu tidak bisa tidak, harus dipaksakan. Masyarakat di sini sudah cukup bagus juga untuk mengikuti, bahkan ada yang mau naik kapal dia bilang kok belum dicatat. Jadi ada kesadaran," katanya.
Pantauan di beberapa pelabuhan di Danau Toba, standar pelayaran ini memang sudah di lakukan. Seperti di pelabuhan Ajibata, Kabupaten Toba Samosir. Setiap penumpang kapal feri, mengisi daftar penumpang.
Diatas KMP Tao Toba juga sudah tersedia pelampung. Namun yang sangat disayangkan, pelampung itu hanya dipakai sebagian penumpang. Yang lainnya masih saja tidak menggunakan. Petugas kapal juga masih abai akan hal itu. Pelampung hanya dibiarkan jadi pajangan di dalam lemari penyimpanan.
Lebih jauh lagi, Budi mengungkapkan akan melakukan perubahan untuk pengawasan perkapalan. Kemenhub akan merubah kelembagaan di tingkat Dirjen Perhubungan Darat
"Kalau sekarang ini kan yang bertanggung jawab mengelola itu ASDP, itu kan hanya setingkat kasubdit. Sedangkan persoalan sungai danau dan penyeberangan itu cukup banyak. Di seluruh Indonesia. Nanti akan kita bentuk kelembagaan setingkat direktur eselon 2," katanya.
Untuk mengawasi kapal Kemenhub juga melakukan ram check di Danau Toba. Hingga sekarang sudah ada 170 dari 215 kapal yang sudah di ram check. Itu belum termasuk kapal yang ukurannya di bawah 7 GT.
"Ram chek itu sambil juga melakukan edukasi masyarakat. Di kapal itu di tempat duduknya sudah ada Life jacket. Penerimaan masyarakat cukup bagus sampai sekarang," pungkasnya.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
