Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 15 Juni 2020 | 00.24 WIB

Klaster Pedagang Ikan Tambah Jumlah Pasien Covid-19 Gunung Kidul

Fasilitas cuci tangan di pintu masuk Pasar Kranggan Jogjakarta sebagai salah satu instrumen pola hidup bersih sehat untuk mendukung aktivitas pasar di era normal baru. Eka A.R./Antara - Image

Fasilitas cuci tangan di pintu masuk Pasar Kranggan Jogjakarta sebagai salah satu instrumen pola hidup bersih sehat untuk mendukung aktivitas pasar di era normal baru. Eka A.R./Antara

JawaPos.com–Klaster pedagang ikan Karangmojo di Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Jogjakarta, menambah rentetan kasus Covid-19 berjumlah empat orang sehingga total menjadi 48 kasus.

”Hari ini, klaster penjual ikan Karangmojo menyebabkan empat orang warga Karangmojo dinyatakan positif Covid-19,” kata Kepala Dinkes Gunung Kidul Dewi Irawaty seperti dilansir dari Antara di Gunung Kidul pada Minggu (14/6).

Dia mengatakan, empat orang yang positif Covid-19 semua laki-laki, berusia 40, 54, 39, dan 53 tahun. ”Empat kasus tambahan masih dalam tahap analisis untuk diketahui mereka merupakan penularan generasi ke berapa,” terang Dewi Irawaty.

Dewi mengatakan, dengan adanya penambahan empat kasus, hingga hari ini (14/6) terdapat 10 pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit rujukan, yakni RSUD Wonosari. Selain penambahan kasus, lanjut dia, juga terdapat pasien yang dinyatakan sembuh. Yakni warga asal Padukuhan Grogol 4, Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo, diperbolehkan pulang dari rumah sakit.

”Total pasien sembuh 37 orang, sedangkan kasus kematian orang dengan status positif Covid-19 ada satu kejadian. Kami tidak lupa mengingatkan warga untuk menjaga pola hidup bersih dan sehat, mencuci tangan dan memakai masker saat bepergian,” kata Dewi.

Sementara itu, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Jogjakarta menyempurnakan protokol kesehatan untuk aktivitas pasar tradisional menuju normal baru termasuk melengkapi berbagai instrumen pendukung pola hidup bersih dan sehat (PHBS) guna memutus mata rantai penyebaran virus korona. Instrumen pola hidup bersih dan sehat  tidak bisa dipisahkan dari penerapan protokol baru untuk mengakomodasi aktivitas di pasar tradisional di masa new normal, sehingga diharapkan bisa mencegah potensi penularan virus.

Salah satu pasar tradisional yang akan segera dilengkapi dengan instrumen untuk mendukung protokol kesehatan adalah Pasar Kranggan, Jogjakarta. Instrumen PHBS yang akan dilengkapi di antaranya memastikan ketersediaan fasilitas cuci tangan, pemberian tanda atau informasi untuk mengingatkan seluruh pedagang maupun pengunjung agar selalu mengenakan masker dan selalu jaga jarak.

Sebelumnya, ditemukan satu kasus positif Covid-19 untuk pemasok ikan yang juga memasok barang dagangannya ke Pasar Kranggan. Sedangkan untuk pasar tradisional lain, juga diterapkan protokol serupa yang disesuaikan dengan kondisi di masing-masing pasar tradisional.

Ketua Harian Gugus Tugas Covid-19 Jogjakarta Heroe Poerwadi mengatakan, akan diterapkan penataan dan pengaturan baru di Pasar Kranggan. ”Akan dilengkapi dengan atur masuk dan keluar pasar, bahkan posisi berdiri untuk pembeli,” kata Heroe.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=i645nNylxEk

 

https://www.youtube.com/watch?v=Ur2hyw9TxsE

 

https://www.youtube.com/watch?v=yLzjAEohRHk

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore