
Fasilitas cuci tangan di pintu masuk Pasar Kranggan Jogjakarta sebagai salah satu instrumen pola hidup bersih sehat untuk mendukung aktivitas pasar di era normal baru. Eka A.R./Antara
JawaPos.com–Klaster pedagang ikan Karangmojo di Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Jogjakarta, menambah rentetan kasus Covid-19 berjumlah empat orang sehingga total menjadi 48 kasus.
”Hari ini, klaster penjual ikan Karangmojo menyebabkan empat orang warga Karangmojo dinyatakan positif Covid-19,” kata Kepala Dinkes Gunung Kidul Dewi Irawaty seperti dilansir dari Antara di Gunung Kidul pada Minggu (14/6).
Dia mengatakan, empat orang yang positif Covid-19 semua laki-laki, berusia 40, 54, 39, dan 53 tahun. ”Empat kasus tambahan masih dalam tahap analisis untuk diketahui mereka merupakan penularan generasi ke berapa,” terang Dewi Irawaty.
Dewi mengatakan, dengan adanya penambahan empat kasus, hingga hari ini (14/6) terdapat 10 pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit rujukan, yakni RSUD Wonosari. Selain penambahan kasus, lanjut dia, juga terdapat pasien yang dinyatakan sembuh. Yakni warga asal Padukuhan Grogol 4, Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo, diperbolehkan pulang dari rumah sakit.
”Total pasien sembuh 37 orang, sedangkan kasus kematian orang dengan status positif Covid-19 ada satu kejadian. Kami tidak lupa mengingatkan warga untuk menjaga pola hidup bersih dan sehat, mencuci tangan dan memakai masker saat bepergian,” kata Dewi.
Sementara itu, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Jogjakarta menyempurnakan protokol kesehatan untuk aktivitas pasar tradisional menuju normal baru termasuk melengkapi berbagai instrumen pendukung pola hidup bersih dan sehat (PHBS) guna memutus mata rantai penyebaran virus korona. Instrumen pola hidup bersih dan sehat tidak bisa dipisahkan dari penerapan protokol baru untuk mengakomodasi aktivitas di pasar tradisional di masa new normal, sehingga diharapkan bisa mencegah potensi penularan virus.
Salah satu pasar tradisional yang akan segera dilengkapi dengan instrumen untuk mendukung protokol kesehatan adalah Pasar Kranggan, Jogjakarta. Instrumen PHBS yang akan dilengkapi di antaranya memastikan ketersediaan fasilitas cuci tangan, pemberian tanda atau informasi untuk mengingatkan seluruh pedagang maupun pengunjung agar selalu mengenakan masker dan selalu jaga jarak.
Sebelumnya, ditemukan satu kasus positif Covid-19 untuk pemasok ikan yang juga memasok barang dagangannya ke Pasar Kranggan. Sedangkan untuk pasar tradisional lain, juga diterapkan protokol serupa yang disesuaikan dengan kondisi di masing-masing pasar tradisional.
Ketua Harian Gugus Tugas Covid-19 Jogjakarta Heroe Poerwadi mengatakan, akan diterapkan penataan dan pengaturan baru di Pasar Kranggan. ”Akan dilengkapi dengan atur masuk dan keluar pasar, bahkan posisi berdiri untuk pembeli,” kata Heroe.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=i645nNylxEk
https://www.youtube.com/watch?v=Ur2hyw9TxsE
https://www.youtube.com/watch?v=yLzjAEohRHk

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
