
PILPRES: CEO Polmark Indonesia, Eep Saefulloh saat dijumpai usai forum Pikiran, Akal, dan Nalar di Hotel Grand Arkenso, Kota Semarang, Rabu (13/3).
JawaPos.com - Lembaga survei PolMark Indonesia menyebut elektabilitas PAN berdasar survei di 73 dapil mencapai 5,9 persen. Partai berlambang matahari putih itu pun diminta tak lekas berkecil hati karena masih ada waktu untuk mencipta 'comeback'.
"Hasil survei 73 dapil ini sangat berguna untuk menggambarkan kenyataan politik Indonesia berdasar detail kenyataan-kenyataan politik lokal," kata CEO PolMark Indonesia, Eep Syaifulloh Fatah dari PolMark Indonesia, dihadapan kader PAN pada forum Pikiran, Akal, dan Nalar di Hotel Grand Arkenso, Kota Semarang, Rabu (13/3).
Berdasarkan survei lembaganya, dari ke-16 parpol yang berkontestasi, PAN berada di posisi ke-6 atau setingkat di bawah Partai Demokrat yang meraih angka 6,9 persen. Dan satu peringkat di atas NasDem, yang mengantongi 5,6 persen.
Sebagai partai yang berpengalaman, Eep berujar supaya PAN tak lekas patah arang. Terlebih, partai bikinan Amin Rais cs itu dianggap memiliki caleg dan kader yang mumpuni. "Orang-orang yang berpengalaman berpolitik dengan mengunakan pikiran, akal, dan nalar, untuk memenangkan Pemilu 2019," tegasnya.
Di momen yang tinggal hitungan beberapa hari saja sebelum masa coblosan, PAN, masih bisa bangkit. Analogi Eep, PAN berpeluang menjadi Juventus yang menjamu Atletico Madrid saat laga lanjutan 16 besar Liga Champion, Rabu (13/3) malam.
Sebelum pertandingan malam itu, Juventus diketahui ketinggalan secara agregat 2-0. Namun, di leg ke-2, anak asuh Massimiliano Allegri balik membantai dan menang 3-0 berkat hat-trick Christiano Ronaldo atau CR7.
"Apa yang mau saya katakan, klub yang menang di awal belum tentu menang di akhir. Tetapi membalikan keadaan diperlukan orang seperti CR7, artinya modal survei, pidato, dan semangat tidak akan pernah cukup memenangkan kontestasi," imbuhnya.
Sosok seperti CR7 inilah yang PAN butuhkan. Figur yang mampu bekerja ekstra, seperti datang ke latihan lebih awal, pulang terakhir. Menendang bola ke gawang ratusan kali sekali latihan. Lalu, masih menghabiskan waktu sekitar sejam di gym. Terpenting, semua itu bukan untuk pamer tapi karena kebutuhannya.
"Itulah Ronaldo, mampu membalikan logika setiap orang, caleg PAN harus berani menunjukan ini orang paling benar untuk dipilih. Ketika orang malas datang, dia keliling. Orang yang tidak pernah merasa menang sampai peluit akhir dibunyikan wasit. Ronaldo yang tak pernah puas, bukan karena berpuas diri, tapi karena ada banyak kelemahannya," terangnya.
Sekali lagi, ia menegaskan bahwa elektabilitas tinggi di awal masa kampanye bisa saja berbalik pada waktu coblosan nanti. Intinya, epic comeback saat Juventus kontra Atletico Madrid juga bisa terjadi di dunia politik.

11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
