alexametrics

Ini Cara Pemkot Madiun Buka Pembelajaran Tatap Muka

12 November 2020, 11:05:25 WIB

JawaPos.com – Kota Madiun menjadi daerah pertama di Madiun Raya yang melangsungkan rapid test akbar sebagai persiapan Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Wali Kota Madiun, Maidi, yang berlatar belakang pendidik, menggodok secara mendalam persiapan pembelajaran tatap muka (PTM). Tidak sekadar menyasar guru dan tenaga pendidikan, siswa hingga tukang kebun dan keluarganya yang tinggal di sekolah ikut menjadi rapid test.

‘’Semua harus rapid test dulu. Terutama siswa dan gurunya,’’ kata wali kota terkait rencana Pembelajaran Tatap Muka di Kota Madiun.

Sekolah yang telah menjalani rapid test diizinkan menggelar PTM, Senin (9/11). Totalnya mencapai 2.443 siswa, guru, dan warga sekolah. Untuk tahap awal, pelaksanaan PTM dilakukan di 11 SD. Mereka telah menjalani rapid test Kamis dan Jumat pekan lalu. Difasilitasi enam puskesmas di Kota Madiun sebagai kepanjangan tangan Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes-KB).

‘’Rapid test difasiliasi Dinkes-KB melalui puskesmas. Persiapan kami juga dibantu Dishub, dan Satpol PP,’’ kata Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Madiun Heri Wasana.

Sementara itu total siswa, guru dan karyawan sekolah yang menjadi sasaran rapid test mencapai 8.057. Heri menyebut khusus siswa yang masuk PTM dan menjalani tes cepat itu khusus yang mendapat persetujuan orang tua. Sesuai angket yang telah disebar, lebih dari 80 persen orang tua menyatakan setuju satuan pendidikan menggelar PTM. ‘’20 persen sisanya tetap kita fasilitasi pembelajaran daring (dalam jaringan),’’ lanjutnya.

Mereka dijadwalkan rapid test secara bertahap oleh enam puskesmas di Kota Madiun. Mulai Puskesmas Tawangrejo, Banjarejo, Demangan, Patihan, Manguharjo, dan Oro-oro Ombo. Pun setelah menjalani rapid test dijadwalkan menggelar PTM keesokan harinya. ‘’Jadi skemanya bertahap, Senin ini masuk yang sudah menjalani rapid test Kamis dan Jumat minggu lalu. Begitu dan seterusnya,’’ ungkapnya.

Seorang siswa tengah menjalani rapid test terkait persiapan pemberlakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Kota Madiun. (Foto: Bagas Bimantara/Jawa Pos Radar Madiun)

Pemkot memastikan siswa yang menjalani PTM dipastikan steril sejak berangkat hingga kembali ke rumah. Dishub Kota Madiun mengerahkan empat bus sekolah memfasilitasi antar jemput siswa. Sebelum dan sesudah dioperasionalkan, bus sekolah wajib disemprot cairan desinfektan memastikan bus steril dari Covid-19. ‘’Siswa dipastikan steril sejak berangkat hingga kembali ke rumah,’’ kata Kabid Pendidikan Dasar (Pendas) Dindik Kota Madiun Slamet Hariyadi.

Selain itu, siswa wajib mengirimkan share location melalui wali kelas masing-masing setibanya di rumah. Hariyadi menegaskan ketentuan ini berlaku bagi seluruh siswa. Baik yang difasilitasi bus sekolah maupun diantar jemput orang tua. Langkah ini dilakukan untuk memastikan siswa tidak kelayapan mengantisipasi terinfeksi Covid-19. ‘’Bagi yang tidak punya HP android meminjam anggota keluarga. Wali kelas juga kami minta menghubungi orang tua,’’ ungkapnya.

Pemkot juga membentuk tim monitoring dan evaluasi (monev). Terdiri dari unsur dindik, dishub, satpol PP, dan dinkes-KB. Lintas organisasi perangkat daerah (OPD) itu wajib memantau jalannya PTM. ‘’Satpol PP patroli warung. Dishub mengoordinasi antar-jemput siswa. Dinkes monitor protokol kesehatan. Dindik mengawal pembelajaran,’’ paparnya

Standard operating procedure (SOP) pelaksanaan PTM diterapkan sesuai protokol kesehatan. Kelas diisi 50 persen dari total kapasitas kelas. Tempat duduk berjarak 1-1,5 meter. Durasi pembelajaran dua jam mulai pukul 07.00-09.00.

Kantin kelas juga ditutup sementara. Bagi yang terdeteksi bersuhu tubuh lebih dari 37 derajad celcius tidak diperkenankan masuk sekolah. ‘’Siswa dan guru wajib mengenakan masker, faceshield, cuci tangan dan menghindari kerumunan. Harapannya kaum terdidik ini dapat menjadi teladan disiplin menerapkan protokol kesehatan minimal di keluarga,’’ ucapnya.

Editor : Mohamad Nur Asikin

Reporter : ARM



Close Ads